7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam 'The Queen's Gambit'

7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam The Queens Gambit
Anya Taylor-Joy sebagai pecatur Beth Harmon dalam miniseri The Queens Gambit. Foto/Netflix
LOS ANGELES - Miniseri Netflix "The Queen's Gambit" berhasil menggaet 62 juta penonton di seluruh dunia sejak dirilis Oktober lalu. Bahkan serial yang dibintangi Anya Taylor-Joy ini menempati posisi pertama serial paling dicari di 63 negara.

Kerennya lagi, sejak tayang, permainan catur semakin banyak diminati hingga penjualan papan catur di Goliath Games naik 170%.

Keunikan cerita karakter utamanya, Beth Harmon, menggapai impiannya sejak awal episode telah memikat hati penonton. Selain karena cerita yang menarik, sosok Beth juga banyak memberi gambaran dan ilmu psikologi yang memang ada dalam diri manusia.

Nah, berikut poin-poinnya, mengutip dari Psychology Today.



1. TENTANG KETANGGUHAN

7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam 'The Queen's Gambit'

Foto: Netflix

Manusia sebenarnya mampu bertahan dalam keadaan yang paling mengerikan. Kita bahkan bisa berkembang setelah sembuh dari luka.



Seperti yang dialami Beth Harmon, harus mengatasi kematian ibu kandungnya, kematian ibu angkatnya, dan kecanduannya yang serius. Beth naik ke puncak dunia catur karena dia punya keberanian dan menolak melepaskan mimpinya menjadi juara catur dunia.

2. MUSUH TERDEKAT DAN TERBERAT ADALAH DIRI SENDIRI

7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam 'The Queen's Gambit'

Foto: Netflix

Seringkali, musuh terbesar manusia adalah diri mereka sendiri. Beth berkompetisi di dunia catur, tetapi lawannya yang paling tangguh adalah dirinya sendiri.

Dia berjuang mengatasi ketergantungan pada obat penenang dan minuman keras. Lebih buruk lagi, dia secara keliru percaya bahwa obat-obatan ini membantu permainan caturnya.

Kisah Beth memberi tahu kita bahwa ketika kehidupan membuat kita kacau, kita sendiri yang paling bertanggung jawab atas kesalahan dan kehidupan kita itu. (Baca Juga: 10 Film Netflix yang Paling Banyak Ditonton Sepanjang Sejarah Setelah Perilisannya )

3. PERLUNYA PANDUAN DAN MENTOR

7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam 'The Queen's Gambit'

Foto: Netflix

Pada usia sembilan tahun, Beth mulai sadar akan minatnya pada catur melalui Tuan Shaibel, seorang petugas kebersihan di panti asuhan.

Tuan Shaibel bisa saja menghindarinya, tapi sebaliknya dia mengajari Beth permainan dan merupakan orang pertama yang mengenali kejeniusannya.

Bimbingan Shaibel adalah kunci perjalanan heroik Beth. Kita bukan cuma membutuhkan mentor, tapi kita juga berutang kepada orang lain atas bimbingan mereka.

4. PERLUNYA KEHADIRAN TEMAN

7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam 'The Queen's Gambit'

Foto: Netflix

Keterampilan dan pesona Beth membuat dia disayangi oleh pemain catur lain yang telah dia kalahkan. Mereka menjadi teman-temannya yang mendukungnya untuk membantunya mengalahkan Borgov, juara dunia Rusia.

Perjalanan Beth tidak dilakukan sendirian. Semua tokoh heroik lain pun butuh seorang teman, dari Harry Potter hingga Katniss Everdeen, mereka takkan berhasil kalau tidak ada teman di sampingnya. (Baca Juga: Sex Education 3 Akhirnya Syuting, Ini Video dari Para Pemainnya )

5. MENJADI JENIUS TETAP PERLU KERJA KERAS

7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam 'The Queen's Gambit'

Foto: Netflix

Beth memang punya bakat alami yang luar biasa, tapi ada banyak adegan dalam " The Queen's Gambit " yang menunjukkan kebiasaan Beth membaca buku tentang catur dan berlatih permainan selama berjam-jam setiap hari.

Sukses tidak terjadi begitu saja. Pahlawan dari setiap cerita harus punya kedisiplinan, kesabaran, dan usaha untuk berhasil, dan ini bisa terjadi hanya setelah mengalami banyak kegagalan.

6. MANUSIA SIAPA PUN PUNYA KEKURANGAN

7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam 'The Queen's Gambit'

Foto: Netflix

Sehebat apa pun manusia, pasti punya kekurangan. Namun manusia cenderung mengidealkan sosok pahlawan yang sempurna dalam segala hal.

Padahal, pahlawan juga cuma manusia yang punya cacat, bermasalah, dan menderita, sama seperti setiap orang. Beth Harmon punya amarah, kecemasan, dan masalah. Dia juga tertutup secara emosional.

Apa yang membedakan pahlawan adalah kemampuan mereka untuk mengubah diri mereka sendiri dan berkomitmen pada pertumbuhan pribadi mereka sendiri. Tuan Shaibel, mentornya, mengajarinya fakta ini.

7. SAAT DIREMEHKAN

7 Pelajaran Psikologi dari Karakter Beth Harmon dalam 'The Queen's Gambit'

Foto: Netflix

Beth sering dianggap kecil dalam banyak hal. Pertama, dia adalah seorang perempuan di 'sarang' laki-laki (para pecatur). Kedua, dia bukan hanya yatim piatu, tapi dua kali menjadi yatim piatu. Ketiga, dia seorang pencandu.

Keempat, dia secara emosional terhambat. Kelima, dia miskin. Akhirnya, dia adalah orang Amerika yang memainkan permainan yang didominasi oleh Rusia.

Hampir setiap manusia memulai hidup sebagai orang yang kecil, lemah, dan tidak diunggulkan. Saat Beth menang atas juara dunia Rusia, penonton pasti merasakan kepuasan manis.

Semua fakta psikologi ini membuat "The Queen's Gambit" bukan cuma menghibur, tapi juga membuktikan kebenarannya kepada kita.

Kisah-kisah yang baik memberikan kebijaksanaan tentang cara mengatasi kesulitan dan menjadi versi terbaik dari diri kita. (Baca Juga: Rekomendasi 6 Film Korea Beragam Rasa untuk Tontonan Akhir Pekan )

Afifah Rahmah Nurdifa
Kontributor GenSINDO
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Instagram:@arnurdifa

(it)
Share: