CERMIN: Balada Ibu-Ibu Pekerja di Kanada

Sabtu, 29 April 2023 - 08:07 WIB
Serial Workin Moms menceritakan kehidupan empat ibu bekerja yang tidak sempurna dan membuatnya relevan dengan penonton. Foto/Netflix
JAKARTA - Tahun 2020. Dunia yang meriah dan sering kali riuh tiba-tiba berhenti. Pertama kalinya saya menemukan serial menarik berjudul Workin’ Moms.

Workin’ Momspertama kali tayang di Canadian Broadcasting Corporation pada 2017. Dua tahun kemudian layanan streaming Netflix menyiarkannya secara global. Kita akhirnya bertemu dengan empat ibu pekerja dari Kanada dengan segala kekhasan, kekenesan, kenyentrikan, dan kerepotannya.

Mari berkenalan dengan mereka satu persatu. Yang pertama namanya Kate Foster, ibu tiga anak yang memiliki kantor public relations(PR). Hubungannya dengan suaminya, Nathan, cenderung dinamis. Namun satu hal yang mereka junjung tinggi adalah selalu saling jujur dan terbuka satu sama lain.



Lantas kita bertemu dengan sahabat Kate sejak masa kuliah, namanya Anne Carlson. Ibu dua anak yang bekerja mandiri sebagai psikiater. Punya suami penurut bermana Lionel. Seorang yang sinis, blak-blakan, dan sering berantem dengan Kate. Namun pada masa seperti sekarang ini, siapa yang tak iri dengan persahabatan keduanya?





Foto: Netflix

Setelahnya ada Sloane Mitchell, perempuan berkulit hitam dengan perusahaan penerbitan yang sukses. Seseorang dengan trauma masa lalu soal keluarga yang akhirnya takluk dengan ide berkeluarga dengan kekasihnya, Paul. Kini Sloane sudah memiliki seorang bayi yang lucu dan membuatnya merasa pekerjaan bukan lagi tempatnya untuk menumpahkan seluruh energinya.

Terakhir ada Val Szalinsky, karakter paling unik dan menarik dari keempatnya. Val, seorang ibu tunggal dengan dua anak yang sudah dewasa, yang punya dunianya sendiri. Ia punya cara pandangnya sendiri yang sering kali lucu dan mungkin karena itulah ia menjadi sekrup yang menyatukan Kate, Anne, dan Sloane.

Selama tujuh musim, kita melihat karakter-karakter ini bertumbuh. Keempatnya saling menguatkan, saling mendukung, tak jarang pula saling bertengkar dan tak akur. Dunia mereka sendiri pun begitu berwarna dengan segala masalah yang dengan mudah kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Saya yang seorang laki-laki, bapak dengan dua anak perempuan, bisa terkoneksi dengan masing-masing karakter yang memiliki kompleksitas hidup yang mereka jalani. Mereka harus berakrobat menyeimbangkan kehidupan keluarga, pekerjaan, dan cara mereka menjalani kehidupan sebagai seorang manusia.



Foto: Netflix

Sementara layanan streaming lokal tampak repot menyajikan sosok ibu-ibu yang mencari nafkah dengan cara menjual diri, melalui Workin’ Moms, Netflix justru menyajikan kehidupan ibu-ibu pekerja apa adanya. Sesekali tampak terlalu brutal jujurnya hingga membuat kita terbatuk-batuk, tapi paling tidak bisa kita pujikan aspek kejujurannya. Semuanya coba dibongkar apa adanya, tanpa kosmetik, tanpa tendensi untuk mencari sensasi dan menjual kontroversi.

Mungkin faktor-faktor itulah yang membuat Workin’ Momsbisa bertahan solid hinggatujuh musim. Kita melihat Kate, Anne, Sloane dan Val bukanlah tipikal perempuan sempurna sebagaimana yang sering kali diperlihatkan dalam serial atau film Indonesia.

Kate pernah berselingkuh, suaminya pun demikian. Anne pernah berdesir hatinya ketika melihat laki-laki muda yang ternyata adalah pacar anaknya. Sloane yang sering kali tampak berusaha terlalu keras menjadi tangguh toh pada akhirnya menjadi rapuh. Val yang sering kali begitu percaya diri pun tak kuasa bersedih tatkala insiden dirinya mencium mantan suaminya menyebabkan kekasihnya membatalkan lamarannya.

Kita selalu perlu belajar dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat orang lain. Kita tak perlu mengalami kesalahan untuk belajar dari pengalaman sendiri. Dalam Workin’ Moms, kita selalu melihat keempat karakter utama membuat kesalahan demi kesalahan, terlambat menyadarinya tapi tahu bahwa tak ada kata terlambat untuk memperbaiki kesalahan.

Dalam Workin’ Moms, kita melihat mereka bertumbuh dari kesalahan dan mungkin menjadi lebih bijak. Dan dari apa yang Kate, Anne, Sloane, dan Val alami, kita tahu bahwa kita bisa bercermin dari pengalaman-pengalaman itu.

Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. SINDOnews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More