Novel Animal Farm, saat Tokoh-Tokoh Politik Dunia Menjadi Binatang

Kamis, 10 Februari 2022 - 15:09 WIB
loading...
Novel Animal Farm, saat...
Novel Animal Farm adalah karya klasik Goerge Orwell yang menjadikan binatang sebagai perumpaan tokoh dunia. Foto/Secker and Warburg
A A A
JAKARTA - Para penikmat sastra dunia tentu tak asing lagi denganAnimal Farm,novel yang ditulis oleh sastrawan Inggris Eric Erthur Blair alias George Orwell.

Kepopuleran novel yang ditulis saat Perang Dunia II ini mampu menembus peradaban dan tetap eksis sampai sekarang.

Animal Farm merupakan salah satu novel fabel yang justru tidak diperuntukkan untuk anak-anak. Sebab novel ini sarat akan politik manusia yang dibungkus secara apik oleh Orwell di sebuah peternakan beserta binatang-binatangnya.

Pada dasarnya novel yang terjemahan bahasa Indonesianya dibuat oleh penerbit Bentang Pustaka ini merupakan alegori politik sebagai satire atas Totaliterisme Uni Soviet semasa pemerintahan Stalin pada masa PD II, dari sudut pandang Eropa sentris.

Orwell sangat baik dalam menggambarkannya melalui satu peternakan. Dari dialog serta narasi yang dibuat, kira dengan mudah berpikir bahwa The Old Mayor adalah Karl Marx, Snowball adalah Leon Trotsky, Napoleon adalah Stalin alih-alih Lenin, serta binatang lainnya adalah rakyat.

Penggunaan alegori hewan oleh Orwell dalam novelnya ini sangat merepresentasikan semua elemen manusia melalui hewan-hewan tersebut. dari kalangan bawah hingga atas.

Novel Animal Farm, saat Tokoh-Tokoh Politik Dunia Menjadi Binatang

Foto: Secker and Warburg

Seperti penggambaran Napoleon yang merupakan binatang babi dengan segala kelicikannya dan penuh keirian serta rasa ingin memilliki yang tak berkesudahan. Ia menghalalkan segala cara untuk meraih kesuksesan serta mempertahankan kekuasaannya.

Ia kian hari melanggar tujuh perintah binatangisme dan bertindak sebagai pemimpin tunggal di peternakan serta membunuh sesama binatang dan menggunakan fasilitas di rumah Pak Jones. Ini mempresentasikan manusia yang ingin berkuasa atas segalanya, bisa mempertahankan dominasi kekuasaannya, bisa melakukan apa pun semena-mena, tanpa memikirkan ia telah menjatuhkan atau bahkan melukai orang lain.

Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup dari Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2025 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.3270 seconds (0.1#10.24)