Sejarah Skateboarding dan Jenis Kompetisinya di Olimpiade Tokyo 2020

Sejarah Skateboarding dan Jenis Kompetisinya di Olimpiade Tokyo 2020
Salah satu skateboarder termuda di dunia, yaitu Sky Brown, 13, melakukan manuver dalam katefori Park. Foto/stylist.co.uk
JAKARTA - Skateboarding jadi salah satu dari lima cabang olahraga (cabor) baru yang dipertandingkan dalam Olimpiade Tokyo pada 23 Juli hingga 8 Agustus.

Meski cabor baru, tapi olahraga ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1950-an. Mengutip dari Britannica , istilah skateboarding merupakan bentuk gabungan antara olahraga dan hiburan yang populer di kalangan anak muda.

Mereka akan berdiri di papan kecil yang dipasang di atas roda dan menjaga keseimbangannya sambil ‘menari’ di atas papan luncur tersebut.

Mengutip Skate Deluxe , skateboarding bermula dari olahraga surfing (selancar) di pantai. Para peselancar saat itu ingin mentransfer adrenalin berseluncur di ombak ke jalanan beraspal. Tak heran, para skateboarder disebut sebagai asphalt surfer alias peselancar aspal.



Sejarah Skateboarding dan Jenis Kompetisinya di Olimpiade Tokyo 2020

Foto: Red Bull

California dan Hawaii menjadi tempat pertama kali dikembangkannya jenis skateboard, yaitu papan selancar yang lebih pendek dan roda yang terbuat dari logam tanpa bantalan.

Skateboard punya panjang sekitar 81 cm dan lebar 23 cm. Variasi panjangskateboard terutama longboardbisa mencapai 96,5 hingga 152,5 cm. Skateboard terdiri dari tiga bagian utama, yaitu dek (papan tempat pengendara berdiri), truk (konstruksi yang menempelkan roda ke dek), dan roda.

Baca Juga: 5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem

Sejarah Skateboarding dan Jenis Kompetisinya di Olimpiade Tokyo 2020

Foto: Surfer Today
halaman ke-1
Share: