Dari Hollywood hingga Idol K-Pop Ramai-Ramai Patahkan Stereotip Gender
loading...

Rapper Dawn dari Korea Selatan tampil dengan riasan dan tak ragu berfoto dengan bunga yang identik dengan citra feminin. Foto/Instagram @hyojong_1994
A
A
A
JAKARTA - Masih ingat potret Harry Styles di sampul majalah Vogue? Ia mengesampingkan sisi maskulinitasnya dengan mengenakan gaun berenda dilapisi tuksedo.
Penyanyi "Watermelon Sugar" itu mencoba menentang norma gender tradisional dan mengekspresikan dirinya melalui gaya berpakaian. Bagi Harry, mengotak-kotakkan pakaian antara laki-laki dan perempuan sama saja membuat penghalang dan batasan yang monoton. Harry justru merasa gembira bisa bermain-main dengan pakaian serta bisa bereksperimen menciptakan hal yang baru.
![Dari Hollywood hingga Idol K-Pop Ramai-Ramai Patahkan Stereotip Gender]()
Foto: Vogue
Begitu juga dengan pernyataan Ivan Gunawan ketika Deddy Corbuzier mengkritik tas Hermes berwarna pink yang dipakainya saat syuting siniar "Close the Door" pada Februari lalu. Desainer kenamaan Indonesia itu dengan tegas mengatakan tas tidak ada jenis kelaminnya.
Desainer yang biasa disapa Igun itu juga menambahkan bahwa tas Hermes atau merek lain, warna pink atau warna lain bisa dipakai siapa saja. Tidak bergantung pada jenis kelamin. “Selama orang tersebut mampu untuk membeli produk itu, semua sah-sah saja,” tuturnya. Jelas, Igun menormalisasikan pengunaan atribut merah jambu untuk laki-laki.
Sementara itu di Korea Selatan, penggunaan kosmetik di kalangan idol laki-laki juga sudah menjadi tren demi penampilan mereka di atas panggung. Bahkan baru-baru ini juga banyak idol K-pop yang membuat pernyataan mengaburkan batasan gender.
Taemin dari SHINee dalam video musik "Move" menemukan jalan tengah antara gerakan maskulin dan feminin dalam koreografinya. Lalu Felix dari Stray Kids juga dikenal dengan gaya yang menggabungkan kemewahan, mengaburkan batas stereotip gender dengan pakaian dan riasannya. Penggemarnya malah banyak memuji atas pilihan Felik yang unik dengan rambut panjang dan kristal di bawah matanya.
Baca Juga: 5 Idol Perempuan Korea yang Patahkan Stereotipe KPop dan Gender
![Dari Hollywood hingga Idol K-Pop Ramai-Ramai Patahkan Stereotip Gender]()
Foto: Arenahomme+
Menanggapi bentuk perlawanan terhadap stereotip gender yang dilekatkan pada laki-laki, Diana Abdilah, aktivis kampus di Universitas Negeri Jakarta mengatakan bahwa laki-laki wajar memakai kosmetik dan berdandan seperti perempuan sesuai kebutuhan kamera dan penampilan di depan publik.
Penyanyi "Watermelon Sugar" itu mencoba menentang norma gender tradisional dan mengekspresikan dirinya melalui gaya berpakaian. Bagi Harry, mengotak-kotakkan pakaian antara laki-laki dan perempuan sama saja membuat penghalang dan batasan yang monoton. Harry justru merasa gembira bisa bermain-main dengan pakaian serta bisa bereksperimen menciptakan hal yang baru.
.jpg)
Foto: Vogue
Begitu juga dengan pernyataan Ivan Gunawan ketika Deddy Corbuzier mengkritik tas Hermes berwarna pink yang dipakainya saat syuting siniar "Close the Door" pada Februari lalu. Desainer kenamaan Indonesia itu dengan tegas mengatakan tas tidak ada jenis kelaminnya.
Desainer yang biasa disapa Igun itu juga menambahkan bahwa tas Hermes atau merek lain, warna pink atau warna lain bisa dipakai siapa saja. Tidak bergantung pada jenis kelamin. “Selama orang tersebut mampu untuk membeli produk itu, semua sah-sah saja,” tuturnya. Jelas, Igun menormalisasikan pengunaan atribut merah jambu untuk laki-laki.
Sementara itu di Korea Selatan, penggunaan kosmetik di kalangan idol laki-laki juga sudah menjadi tren demi penampilan mereka di atas panggung. Bahkan baru-baru ini juga banyak idol K-pop yang membuat pernyataan mengaburkan batasan gender.
Taemin dari SHINee dalam video musik "Move" menemukan jalan tengah antara gerakan maskulin dan feminin dalam koreografinya. Lalu Felix dari Stray Kids juga dikenal dengan gaya yang menggabungkan kemewahan, mengaburkan batas stereotip gender dengan pakaian dan riasannya. Penggemarnya malah banyak memuji atas pilihan Felik yang unik dengan rambut panjang dan kristal di bawah matanya.
Baca Juga: 5 Idol Perempuan Korea yang Patahkan Stereotipe KPop dan Gender

Foto: Arenahomme+
Menanggapi bentuk perlawanan terhadap stereotip gender yang dilekatkan pada laki-laki, Diana Abdilah, aktivis kampus di Universitas Negeri Jakarta mengatakan bahwa laki-laki wajar memakai kosmetik dan berdandan seperti perempuan sesuai kebutuhan kamera dan penampilan di depan publik.
Lihat Juga :