Indonsia Kaya Rempah, Miliki Potensi Besar di Industri Herbal

Indonsia Kaya Rempah, Miliki Potensi Besar di Industri Herbal
SMA Pradita Dirgantara menggelar webinar mengusung tema Potensi Kekayaan Alam Indonesia untuk Memajukan Industri Tanaman Herbal, Rabu (3/3/2021). Foto/Dok. SINDOnews
BOYOLALI - SMA Pradita Dirgantara menggelar sejumlah webinar dengan mengangkat tema atau topik yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Terbaru webinar mengusung tema “Potensi Kekayaan Alam Indonesia untuk Memajukan Industri Tanaman Herbal”.

Seminar menghadirkan Guru Besar Universitas Mercu Buana Yogyakarta Dwiyati Pujimulyani sebagai pembicara. Webinar digelar online melalui aplikasi zoom meeting dan disiarkan melalui live youtube channel SMA Pradita Dirgantara, Rabu (3/3/2021). Baca juga: 892 Calon Siswa Ikuti Seleksi Tahap Pertama PPDB SMA Pradita Dirgantara

Dalam sambutan pembuka, Direktur Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara, Dwi A. Yuliantoro mengatakan saat ini kita hidup di era disrupsi yang mana semuanya tersedia dan tergantung pada teknologi. Banyak dari kita yang merasa bahwa semuanya harus berasal dari industri atau perusahaan besar.

Semakin baik label yang mereka miliki akan semakin semakin terkenal dan semakin dapat dipercaya publik. Padahal Indonesia sebenarnya mempunyai kearifan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan kita, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan khususnya kesehatan.



“Kita bisa meningkatkan sistem imun tubuh dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita. Semoga webinar ini dapat membantu kita untuk belajar mengenai manfaat obat-obatan herbal dan kearifan lokal yang kita miliki, sehingga kita dapat memiliki hidup yang lebih baik tanpa mengeluarkan banyak uang,” katanya.
Indonsia Kaya Rempah, Miliki Potensi Besar di Industri Herbal

Sementara Dwiyati mengatakan, Indonesia kaya raya akan rempah-rempah dan perlu diangkat supaya kemanfaatannya efektif dan bermanfaat luas bagi kesehatan masyarakat Indonesia tercinta. “Potensi herbal lokal yang dihasilkan dari tanah Indonesia, sudah digunakan sejak nenek moyang,” ujarnya. Baca juga: Rempah-rempah Nusantara Harus Diperkenalkan ke Generasi Milenial

Dalam paparannya, Dwiyati menjelaskan mengenai sejumlah rempah-rempah , komponen fiokimia atau bioaktif yang ada dalam rempah-rempah serta manfaatnya. Dengan diolah dan dibuat suatu industri yang memberdayakan masyarakat sekitar, di kondisi pandemi ini bisa membantu kesehatan masyarakat.

“Secara ekonomi juga membantu memulihkan kondisi ekonomi masyarakat. Kalau setiap dusun atau desa ada industri seperti ini pasti Indonesia akan lebih berkembang dan sejahtera,” tandasnya.



Dwiyati menambahkan bahwa untuk mendukung industri perlu dibantu kelancaran dalam perizinan. Beliau juga berpendapat bahwa industri seperti miliknya secara ekonomi sangat menguntungkan.

“Karena berbahan dasar lokal, sehingga tidak perlu impor. Selama pandemi pun bisa dijalankan karena tidak bergantung dengan negara lain. Masyarakat juga bisa bekerja sesuai protokol kesehatan karena bisa dikerjakan dari rumah dan tidak perlu bepergian ke luar kota.” tuturnya.

Diketahui, Dwiyati merupakan dosen Teknologi Pangan yang telah banyak menerbitkan karya ilmiah dalam bentuk jurnal dan juga buku. Dia juga merupakan seorang aktivis yang giat membagi ilmunya kepada masyarakat mengenai cara mengolah rempah menjadi beberapa produk yang bernilai jual tinggi. Dia juga pemilik CV Windra Mekar Kunir Putih Yogyakarta.


(poe)
Share: