Apa Peran Filsafat Dalam Era 4.0, Perlukah Mempelajarinya?
loading...

Filsafat merupakan studi tentang fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Foto/ Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Teori evolusi berhasil menjelaskan bagaimana sifat diwariskan dan memberikan mekanisme bagaimana populasi organisme berubah dari waktu ke waktu.
Tetapi teori tersebut belum mampu menjelaskan asal mula kehidupan.
Sebab, sehebat dan semutakhir apapun ilmu pengetahuan, masih ada banyak pertanyaan di dunia yang belum berhasil dijawab.
Dibutuhkan manusia-manusia yang mampu berpikir secara filosofis guna menjawabpertanyaan yang ilmu pengetahuan belum atautidak mampu menjawabnya.
Budiman Sudjatmiko, aktivis 1998 sekaligus founder Innovation 4.0, menyampaikan kuliah umum mengenai pentingnya filsafat di era 4.0, pada hari Senin (7/12).
(Baca Juga: Penggemar Kim Seon-ho Belum Move On, Tulis Pernyataan Merendahkan Nam Joo-hyuk )
Menurutnya, keberadaan filsafat tidak serta-merta dapat digantikan oleh perkembangan ilmu pengetahuan.
Karena perkembangan ilmu pengetahuan sendiri sejatinya dimulai dari pikiran-pikiran yang filosofis.
“Ribuan tahun manusia punya pertanyaan eksistensial, ilmu pengetahuan hadir melalui eksperimen dan observasi saintifik untuk menjawabnya.” kata Budiman dalam kuliah umum virtual yang diadakan Philofest ID.
![Apa Peran Filsafat Dalam Era 4.0, Perlukah Mempelajarinya?]()
Foto: Instagram Philofestid
Tetapi teori tersebut belum mampu menjelaskan asal mula kehidupan.
Sebab, sehebat dan semutakhir apapun ilmu pengetahuan, masih ada banyak pertanyaan di dunia yang belum berhasil dijawab.
Dibutuhkan manusia-manusia yang mampu berpikir secara filosofis guna menjawabpertanyaan yang ilmu pengetahuan belum atautidak mampu menjawabnya.
Budiman Sudjatmiko, aktivis 1998 sekaligus founder Innovation 4.0, menyampaikan kuliah umum mengenai pentingnya filsafat di era 4.0, pada hari Senin (7/12).
(Baca Juga: Penggemar Kim Seon-ho Belum Move On, Tulis Pernyataan Merendahkan Nam Joo-hyuk )
Menurutnya, keberadaan filsafat tidak serta-merta dapat digantikan oleh perkembangan ilmu pengetahuan.
Karena perkembangan ilmu pengetahuan sendiri sejatinya dimulai dari pikiran-pikiran yang filosofis.
“Ribuan tahun manusia punya pertanyaan eksistensial, ilmu pengetahuan hadir melalui eksperimen dan observasi saintifik untuk menjawabnya.” kata Budiman dalam kuliah umum virtual yang diadakan Philofest ID.

Foto: Instagram Philofestid
Lihat Juga :