Sejarah Hutan Kota di Jakarta, Dibuat untuk Bikin Senang Tamu Asing

Sejarah Hutan Kota di Jakarta, Dibuat untuk Bikin Senang Tamu Asing

Foto:hippostcard.com

Sementara untuk kepentingan hutan kota, pemerintah kolonial saat itu menanam pohon-pohon di pinggir jalan di kota-kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota besar lainnya.

“Pohon-pohon yang ditanam misalnya buah-buahan untuk di Jakarta, ada juga beberapa kota yang ditanami pohon jati,” terang Abdul.



Saat itu, nama hutan kota sebenarnya belum dikenal. Yang ada hanya istilah taman kota. Padahal, dua istilah itu sebenarnya berbeda.

“Taman kota pohon yang ditanami diatur sedemikian rupa agar menyerupai taman, sedangkan hutan kota pohon yang ditanami dibiarkan tumbuh bebas,” jelasnya.

Sejarah Hutan Kota di Jakarta, Dibuat untuk Bikin Senang Tamu Asing

Foto: worthpoint.com

Hutan-hutan kota peninggalan pemerintah kolonial kini kebanyakan menjadi tempat wisata seperti Kebun Raya Bogor dan Hutan Kota Universitas Indonesia (UI).

Fungsinya jelas berbeda dengan saat ini. Kalau dulu fungsinya adalah sebagai penghasil rempah-rempah, sementara sekarang sebagai tempat rekreasi.

Sementara hutan-hutan kota yang belakangan muncul dimulai pada era pemerintahan Sukarno.

Secara kronologis, hutan kota di Indonesiai mulai ada sejak event Games New Emerging Force (Ganefo) pada 1963.

Sejarah Hutan Kota di Jakarta, Dibuat untuk Bikin Senang Tamu Asing

Foto: fao.org

“Penanaman pohon banyak dilakukan di area Senayan yang dekat dengan Gelora Bung Karno. Di daerah Senayan saat ini memang terlihat rindang karena pohon–pohon yang sudah lama ditanami," ujar Abdul.

"Lalu pada 1978 penanaman hutan kota kembali digencarkan dalam rangka Kongres Kehutanan Dunia di Indonesia,” tambahnya.

Acara-acara besar inilah yang menjadi pemicu bagi pemerintah untuk pembenahan kota Jakarta, termasuk menambahkan fasilitas umum seperti hutan kota yang pastinya akan menjadi nilai plus bagi pengunjung mancanegara.
halaman ke-1 dari 2
Share: