CERMIN: Malaikat dalam Sel itu Bernama Dodo Rozak

“Kalau kita selalu baik sama orang, orang-orang juga akan baik sama kita,“ begitu selalu wejangan Dodo Rozak kepada putri semata wayangnya, Kartika. Wejangan itu selalu diulang-ulang terutama ketika Ika menjelang tidur sehingga wejangan itu masuk ke alam bawah sadarnya.

Begitulah Miracle in Cell No 7versi Indonesia memperkenalkan karakter utamanya. Dengan segala keterbatasannya, Dodo menjalankan wejangan itu dengan sepenuh hati dalam kesehariannya. Namun justru di situlah masalahnya. Pada suatu hari, kebaikan hatinya disalahpahami. Dan kita tahu cerita ini akan bergulir ke mana.

CERMIN: Malaikat dalam Sel itu Bernama Dodo Rozak

Foto: Falcon Pictures

Saya merasa punya keterikatan dengan karakter Dodo karena di dekat rumah saya juga ada sosok serupa. Yang selalu tersenyum ketika disapa orang meski ia susah payah berjalan dan berkomunikasi dengan orang lain.

Dengan segala keterbatasannya, ia tahu caranya berterima kasih ketika seseorang memberinya makanan. Pernah suatu kali saya bahkan melihat kedua tangannya bersusah payah membawa banyak makanan yang diberikan orang-orang kepadanya.

Ada saja cara orang-orang di sekitar menunjukkan perhatian kepadanya. Ketika rambutnya sudah sedikit panjang, selalu ada orang yang mencukur rambutnya hingga kembali rapi. Ketika bajunya tampak sedikit lusuh, ada saja yang memberinya baju baru.

Dodo mungkin sedikit lebih beruntung. Ia masih bisa berfungsi lebih baik, masih bisa mencari nafkah sendiri dan mengurus anaknya. Kebahagiaan sederhana itu sungguh menyenangkan hati untuk sekedar melihatnya dan menyesakkan hati ketika menyaksikannya terenggut.

Menyenangkan melihat Miracle in Cell No 7terasa begitu lokal berkat adaptasi brilian dari Alim Sudio. Beberapa kelemahan dalam film aslinya juga berhasil ditutupi di sini. Saya kira inilah esensi membuat ulang: kita begitu menyukai premis aslinya, meyakini bahwa bisa membuatnya berciri lokal yang kuat dan juga yakin bisa menutupi beberapa kelemahan dalam film aslinya.

CERMIN: Malaikat dalam Sel itu Bernama Dodo Rozak

Foto: Falcon Pictures

Miracle in Cell No 7versi Indonesia tak punya pretensi untuk lebih baik atau sekedar berbeda dari versi aslinya. Film ini dibuat ulang agar bisa diakses oleh masyarakat Indonesia secara luas.

Di tangan Vino G Bastian, Dodo Rozak adalah sosok malaikat tak bersayap. Meski Hanung banyak menggarap film dengan nuansa Islam yang kental, tapi Dodo tak pernah ditampilkan melakukan shalat.

Ia religius dari caranya berinteraksi dengan sesama manusia dan terutama dengan prinsipnya agar selalu berlaku baik kepada orang lain. Ia beroleh respek dari sesama narapidana karena mempraktikkan prinsip itu dengan ketat.

Baca Juga: 10 Film Korea Terlaris Sepanjang 2022, Tundukkan Top Gun dan Doctor Strange 2

Menarik memang menyaksikan Miracle in Cell No 7ketika kita justru belajar tentang menjadi manusia yang baik dari seseorang yang punya keterbatasan seperti Dodo. Mungkin ia tahu tak semua orang baik tapi ia tetap berlaku baik kepada siapa pun.

Mungkin ia tahu beberapa orang selalu bersikap curiga tapi ia tetap berlaku baik kepada siapa pun. Seperti kata Dalai Lama, “Tetap berlaku baik selama memungkinkan. Dan akan selalu memungkinkan”.



MIRACLE IN CELL NO 7
Produser: Frederica
Sutradara: Hanung Bramantyo
Penulis Skenario: Alim Sudio
Pemain: Vino G Bastian, Graciella Abigail, Mawar Eva de Jongh

Ichwan Persada
Sutradara/produser/penulis skenario, pernah menjadi dosen di Universitas Padjajaran dan SAE Institute
halaman ke-1
Share: