alexametrics
Tertarik dengan Pergerakan Massa? Yuk Kenalan dengan 3 Aktivis ini!
Tertarik dengan Pergerakan Massa? Yuk Kenalan dengan 3 Aktivis ini!
Demonstrasi, pergerakan massa, dan aksi pembelaan terhadap kaum marjinal selalu melahirkan ikon-ikon pejuang yang terus dikenang sampai kini. Foto/vice.com
Jakarta - Belakangan, terjadi demonstrasi besar-besaran dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum. Banyak anak muda lantas tertarik dengan pergerakan massa.

Tapi, ngomongin pergerakan massa rasanya kurang lengkap kalau kita tidak mengenal ketiga orang ini. Siapa aja mereka? Nih, nama-namanya.

1. SOE HOK GIE



Tertarik dengan Pergerakan Massa? Yuk Kenalan dengan 3 Aktivis ini!
Foto: Dok. Mapala UI

Gie hadir saat Indonesia masih merangkak menjadi sebuah negara yang utuh. Dia lahir tahun 1942, tapi harus kehilangan nyawa pada usia yang sangat muda, 27 tahun, atau pada 1969. Dia meninggal di salah satu tempat favoritnya, yaitu Gunung Semeru.

Gie bisa disebut sebagai aktivis bahkan aktor lapangan pada demonstrasi pada sekitaran tahun 60-an. Dia aktif menentang Orde Lama lewat tulisan maupun aksi massa. Meski Orde Lama sudah diganti dengan Orde Baru, Gie tetap konsisten mengkritik pemerintahan Soeharto. Selain itu, Gie juga salah satu orang yang mencetuskan MAPALA UI.

Pada 2005, film biopik tentang Soe Hok Gie hadir dengan judul "GIE". Film ini diperankan oleh Nicholas Saputra dan diproduksi Miles Production. Kalau kamu mau mengenal sosok hebat ini, kamu bisa membaca beberapa buku tentangnya, di antaranya "Catatan Seorang Demonstran", "Zaman Peralihan", serta "Gie dan Surat-surat yang Tersembunyi".

Salah satu ucapan Gie yang populer dan terus bergelora adalah ini: “Masih banyak kaum munafik yang berkuasa. Orang yang pura-pura suci dan mengatasnamakan Tuhan.”

2. WIDJI THUKUL

Tertarik dengan Pergerakan Massa? Yuk Kenalan dengan 3 Aktivis ini!
Foto: Dok. Wahyu Susilo

Punya nama asli Widji Widodo, dan lahir pada 1963. Berbeda zaman dengan Gie, Widji Thukul adalah aktivis yang berani menentang Orde Baru. Ia lebih dikenal sebagai penyair dengan puisi-puisinya yang tajam mengkritik pemerintah pada saat itu. Akibat keberaniannya, ia menjadi buronan Orde Baru dan harus hidup dalam pelarian.

Widji merupakan salah satu korban hilang pada saat kerusuhan 98 bersama 13 aktivis lainnya. Sampai saat ini, dia hilang entah ke mana. Widji adalah bukti bahwa masih ada pelanggaran HAM yang belum tuntas di Indonesia. Meski sudah tak ada, puisinya kerap mengalir lancar saat aksi massa.

Sosok Widji jelang menghilang pernah difilmkan dengan judul "Istirahatlah Kata-Kata". Film ini dirilis pada 2016 di bawah arahan Yosep Anggi Noen. Ada satu kata yang begitu lekat dengan Widji dan kerap muncul dalam beragam karya seni, yaitu “LAWAN!”.

3. MUNIR SAID THALIB

Tertarik dengan Pergerakan Massa? Yuk Kenalan dengan 3 Aktivis ini!
Foto: NusaBali.com

Dibanding dua aktivis sebelumnya, mungkin kita akan lebih akrab kalau mendengar nama Munir. Ia adalah salah satu aktivis atau bisa dibilang pegiat HAM. Berbeda dengan Gie atau Widji yang mengkritik lewat demonstrasi dan tulisan, Munir lebih banyak memberikan bantuan hukum bagi rakyat marjinal yang hak asasinya dirampas oleh penguasa saat itu.

Awalnya Munir adalah aktivis muslim yang ekstrem, lalu beralih menjadi aktivis kemanusiaan. Namanya mencuat ketika membela para korban penculikan Tim Mawar pada tahun 1998 yang salah satunya adalah Widji Thukul. Meski bertubuh kecil, Munir dikenal lantang mengkritik. Keberaniannya itu rupanya bikin gerah banyak orang. Dalam perjalanan menuju Amsterdam dari Singapura, Munir tewas diracun. Peristiwa naas itu terjadi pada 7 September 2004.

Pollycarpus, pilot Garuda Indonesia yang dituduh meracuninya, divonis bersalah dan kini sudah bebas. Namun siapa dalang sesungguhnya, belum juga terungkap. Buat kamu yang mau mengenal sepak terjang Munir sebagai aktivis HAM, bisa mengunjungi Omah Munir di Jalan Bukit Berbunga No.2, Batu, Malang. Lokasinya hanya beberapa kilometer dari pusat wisata Jatim Park 1.

Nah, itu dia 3 aktivis yang mungkin belum pernah kalian dengar namanya. Perjuangan mereka belum selesai. Kebenaran takkan mati dan selalu berlipat ganda. Ambil keberanian mereka dan sebarkan di sekitar kalian!

Biar semangat makin berkobar, ada satu lagu yang keren dari Yab Saporte tentang para pejuang keberanaran. Yuk, disimak liriknya yang luar biasa.



Andika Pratama Putra
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif
Instagram: @dikpratama
Twitter: @dikpratama



(her)
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss