Belajar Membaca Pikiran lewat Kisah-kisah Fiksi

Belajar Membaca Pikiran lewat Kisah-kisah Fiksi
Membaca cerita fiksi bisa bikin kamu belajar melihat suatu hal dari perspektif yang berbeda. Foto/Apex 8
JAKARTA - Membaca judul di atas, orang yang awam dengan magis buku fiksi mungkin akan berkomentar, “Cerita halu doang, mana ada manfaatnya?”

Saat ada begitu banyak opsi kegiatan di luar sana, menyelam dalam penjelajahan dunia karangan orang lain sekilas kelihatan gak ada gunanya. Padahal membaca buku dengan kisah rekaan alias gak nyata justru punya manfaat yang nyata banget.

Vira Tazkya, mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Indonesia, merasakan sendiri dampak dari membaca novel dalam kehidupan sehari-harinya.

“Awalnya, aku baca novel buat hiburan aja, tapi lama-kelamaan, aku nyadar kalo baca buku fiksi itu juga bisa buka pikiran kita dan bikin kita ikut merasakan hal-hal yang belum kita alami,” ujar Wakil 1 None Buku Jakarta Selatan itu.

Belajar Membaca Pikiran lewat Kisah-kisah Fiksi

Foto: euscream.com

Dalam ilmu psikologi, yang disebut Vira sebagai “membuka pikiran” dan “menambah sudut pandang baru” merupakan Theory of Mind. Singkatnya, Theory of Mind adalah kemampuan seseorang dalam memahami kondisi kejiwaan diri sendiri dan orang lain.



Selain itu, Theory of Mind juga berarti memahami sistem nilai dan pemikiran yang terlibat dalam pembentukan kondisi kejiwaan tersebut. Kemampuan ini menggunakan kata “theory” karena pada dasarnya kita emang gak bisa tahu secara pasti isi pikiran orang lain.

Theory of Mindberperan banget dalam kehidupan sosial kita. Bayangin kalo kita gak punya kemampuan memahami atau seenggaknya menebak pikiran dan perasaan orang lain. Pasti bakal salah paham atau berantem terus, kan?

Belajar Membaca Pikiran lewat Kisah-kisah Fiksi

Foto:explorehealthcareers.org
halaman ke-1
Share: