Filipina, Kejayaan dan Obsesi pada Kontes Ratu Kecantikan
loading...

Filipina jadi negara di Asia yang menjadi langganan juara kontes kecantikan internasional. Foto/Instagram @missuniverse
A
A
A
JAKARTA - Filipina yang merupakan negara kepulauan di Asia Tenggara bukan cuma terkenal lewat olahraga tinjunya, tapi juga dikenal sebagai negara 'super power' dalam ajang kontes kecantikan.
Tahun 2015 yang lalu jadi tahun kebanggaan bagi rakyat Filipina, bukan hanya karena pertarungan Many Pacquiao dan Floyd Maywather yang ikonik, tapi juga kemenangan Pia Alonso Wurtzbach dalam ajang Miss Universe pada tahun yang sama.
Pia merupakan Miss Universe ketiga dari Filipina setelah kemenangan Margarita Moran pada 1973.
Kemenangan Pia ini disambut dengan sukacita oleh rakyat Filipina, hal ini dapat dilihat dari meriahnya home coming party yang menyambut Pia sepulangnya dari kontes tersebut.
Euforia kemeriahan pesta penyambutan ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh politik Filipina. Pia juga mendapatkan ucapan selamat dari orang nomor satu di negara tersebut.
![Filipina, Kejayaan dan Obsesi pada Kontes Ratu Kecantikan]()
Gloria Diaz. Foto: missnews.com.br
Dkutip dari Rappler, ketertarikan rakyat Filipina terhadap kontes kecantikan diawali semenjak dinobatkannya Gloria Diaz menjadi Miss Universe pertama asal Filipinna pada 1969.
Kecintaan terhadap kontes kecantikan tersebut semakin bertambah ketika Catriona Grey membawa pulang kembali mahkota Miss Universe pada 2018 dan menjadi Miss Universe ke-empat dari Filipina.
Obsesi dan kecintaan rakyat Filipina terhadapt kontes kecantikan menurut Pilapil Jacobo yang merupakan seorang asisten profesor literatur komparatif di Universitas Ateneo De Manila mengatakan bahwa kontes kecantikan menjadi kesempatan bagi rakyat Filipina untuk keluar dari garis kemiskinan.
Hal ini juga didukung oleh pernyataan Janicel Lubina, yaitu Miss International asal Filipina tahun 2015, yang mengatakan bahwa kontes kecantikan adalah cara untuk membantu keluarganya yang kurang mampu.
Tahun 2015 yang lalu jadi tahun kebanggaan bagi rakyat Filipina, bukan hanya karena pertarungan Many Pacquiao dan Floyd Maywather yang ikonik, tapi juga kemenangan Pia Alonso Wurtzbach dalam ajang Miss Universe pada tahun yang sama.
Pia merupakan Miss Universe ketiga dari Filipina setelah kemenangan Margarita Moran pada 1973.
Kemenangan Pia ini disambut dengan sukacita oleh rakyat Filipina, hal ini dapat dilihat dari meriahnya home coming party yang menyambut Pia sepulangnya dari kontes tersebut.
Euforia kemeriahan pesta penyambutan ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh politik Filipina. Pia juga mendapatkan ucapan selamat dari orang nomor satu di negara tersebut.

Gloria Diaz. Foto: missnews.com.br
Dkutip dari Rappler, ketertarikan rakyat Filipina terhadap kontes kecantikan diawali semenjak dinobatkannya Gloria Diaz menjadi Miss Universe pertama asal Filipinna pada 1969.
Kecintaan terhadap kontes kecantikan tersebut semakin bertambah ketika Catriona Grey membawa pulang kembali mahkota Miss Universe pada 2018 dan menjadi Miss Universe ke-empat dari Filipina.
Obsesi dan kecintaan rakyat Filipina terhadapt kontes kecantikan menurut Pilapil Jacobo yang merupakan seorang asisten profesor literatur komparatif di Universitas Ateneo De Manila mengatakan bahwa kontes kecantikan menjadi kesempatan bagi rakyat Filipina untuk keluar dari garis kemiskinan.
Hal ini juga didukung oleh pernyataan Janicel Lubina, yaitu Miss International asal Filipina tahun 2015, yang mengatakan bahwa kontes kecantikan adalah cara untuk membantu keluarganya yang kurang mampu.