alexametrics
Panjat Pinang dan Lomba Tujuh Belasan yang Meredup
Panjat Pinang dan Lomba Tujuh Belasan yang Meredup
Lomba 17-an jadi ciri khas HUT RI, tapi sayangnya kini sudah mulai jarang dilakukan, terutama di perumahan kota besar. Foto-foto/koran sindo, sindonews
Jakarta - Hari ini (17/8) kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-74. Biasanya, hari ini makin meriah dengan adanya perlombaan seru antarwarga.

Dari sekian banyak lomba, panjat pinang bisa jadi yang paling populer dan 'prestisius'. Soalnya, untuk mengadakannya butuh biaya yang cukup besar, dan tak semua penyelenggara lomba 17-an mampu mencari dananya.

Panjat pinang jadi lomba yang menarik dan paling seru karena membutuhkan kekompakan alias gotong royong dari tiap anggota regu.



Sebenarnya, panjat pinang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Lomba ini sudah ada pada masa penjajahan Belanda.

Panjat Pinang dan Lomba Tujuh Belasan yang Meredup

Belanda menyelenggarakan perlombaan ini sebagai bahan tontonan dan hiburan mereka, sambil menertawakan orang-orang Indonesia yang mereka anggap bodoh karena mau susah payah berusaha untuk mengambil barang yang menurut mereka remeh.

Tapi sekarang, sejarah kelam panjat pinang itu sudah berganti dengan keceriaan para peserta sekaligus penonton. Penonton dapat hiburan, peserta pun senang karena lombanya seru dan mereka mendapat hadiah.

Sebuah Perayaan yang Meredup
Sayangnya, lomba panjat pinang kini sudah makin sulit ditemukan. Tak cuma itu, biasanya kita sering mendapati pedagang keliling dengan gerobaknya membawa bilah-bilah bambu, bendera merah putih, dan pernak-pernik kemerdekaan lainnya. Tapi kini kita seakan kesulitan untuk menemukan pedagang keliling tersebut.

“Menurut saya antusiasme masyarakat di Jakarta untuk merayakan perayaan tujuh belasan sudah berkurang. Masyarakat Jakarta sekarang lebih banyak udah enggak mau pusing-pusing lagi, solidaritas organiknya sudah berkurang,” tutur Uly Mega, salah satu mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.

“Selain itu sifat dasar orang kota memang lebih individualistik, kan,” tambahnya.

Senada dengan Uly, Ine juga merasa perayaan 17-an dengan lomba sudah makin menghilang, setidaknya di kawasan rumahnya.

Panjat Pinang dan Lomba Tujuh Belasan yang Meredup

“Tujuh belasan di daerah rumah aku sepi banget. RT-nya enggak ngadain apa-apa. Di kampus aku juga enggak ada apa-apa. Mungkin aku yang kurang tau, tapi memang tidak ada sosialisasi apa-apa tentang tujuh belasan di daerah rumah aku,” kata Ine, warga Perum 2, Tanggerang.

Pengaruh berkembangnya tekhnologi juga cukup berperan penting pada kemunduran perayaan lomba 17-an.

Anak-anak lebih banyak memilih untuk bermain di rumah dengan telepon pintar. Bahkan permainan bertemakan 17-an seperti panjat pinang, balap karung, dan tarik tambang bisa dilakukan lewat game di ponsel.

Meski begitu, para pemuda di kampung-kampung atau pemukiman padat penduduk biasanya masih berusaha membangun perayaan yang maksimal. Dengan kondisi lahan yang minim, mereka mengubah jalanan menjadi arena lomba untuk warga.

Panjat Pinang dan Lomba Tujuh Belasan yang Meredup

Seperti di Kecamatan Mertoyudan, Magelang, warga di sana masih ramai menyelenggarakan perayaan 17-an. Mereka memiliki tradisi yang dinamakan dengan Tirakat, yaitu acara malam kemerdekaan yang diisi dengan acar kumpul-kumpul dan makan-makan.

Kemeriahan lomba 17-an juga bisa kita temui di pelataran Monumen Nasional, hari ini. Akan ada pertunjukan lampu yang apik dengan tema Festival of Light di Monas.

Yuk, kira ramaikan lagu pesta rakyat 17-an!

Ramdhani Kusuma Putra
Kontributor Gen Sindo
Universitas Negeri Jakarta
Instagram: @ramable_



(her)
Artikel Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
Terpopuler
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss