Mengenal 9 Tanda Kepribadian Seorang Ambivert
loading...

Ambivert adalah kepribadian yang punya beberapa ciri seorang introver sekaligus ekstrover. Foto/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Selama ini, kita udah tahu tentang kepribadian introver dan ekstrover. Namun, apakah kamu tahu kepribadian lainnya, yaitu ambivert?
Pilihan yang mudah untuk mengetahui apakah kepribadian kita introver atau ekstrover adalah dengan mengikuti tes. Tapi, ini jadi hal yang membingungkan kalau hasilnya ada di tengah-tengah, antara introver dan ekstrover.
Penelitian yang dilakukan Adam Grant dari The Wharton School, University of Pennsylvania, menemukan bahwa 2/3 populasi manusia gak terindentifikasi sebagai introver atau ekstrover.
Nah, sebagian populasi manusia ini lantas disebut ambivert, yaitu orang yang punya kecenderungan kepribadian introver dan ekstrover.
![Mengenal 9 Tanda Kepribadian Seorang Ambivert]()
Foto:TalentSmart
Dikutip dari Forbes, ambivert punya keunggulan yang berbeda dibandingkan introver dan ekstrover. Ambivert lebih gampang menyesuaikan diri dengan orang lain berdasarkan situasinya. Ini juga bikin mereka gampang berkomunikasi lebih dekat dengan beragam jenis orang.
Grant menjelaskan, “Mereka fleksibel secara alami karena bisa menjadi pembicara sekaligus pendengar yang baik."
Dari hasil penelitiannya, Grant juga membantah anggapan yang mengatakan bahwa penjual dengan performa terbaik adalah seorang ekstrover. Justru sikap luwes yang lebih besar dari seorang ambivert membuat mereka menjual lebih banyak, yaitu 51 persen produk lebih banyak per jam dibanding rata-rata penjual lainnya.
“Ini karena mereka (ambivert) lebih fleksibel, (tahu kapan) berbicara dan (kapan) mendengar. Mereka mengekspresikan ketegasan dan antusiasme dengan porsi yang tepat untuk membujuk pembeli, tapi juga bisa terlihat tidak terlalu bersemangat atau terlalu percaya diri,” jelas Grant.
![Mengenal 9 Tanda Kepribadian Seorang Ambivert]()
Foto: Freepik
Pilihan yang mudah untuk mengetahui apakah kepribadian kita introver atau ekstrover adalah dengan mengikuti tes. Tapi, ini jadi hal yang membingungkan kalau hasilnya ada di tengah-tengah, antara introver dan ekstrover.
Penelitian yang dilakukan Adam Grant dari The Wharton School, University of Pennsylvania, menemukan bahwa 2/3 populasi manusia gak terindentifikasi sebagai introver atau ekstrover.
Nah, sebagian populasi manusia ini lantas disebut ambivert, yaitu orang yang punya kecenderungan kepribadian introver dan ekstrover.

Foto:TalentSmart
Dikutip dari Forbes, ambivert punya keunggulan yang berbeda dibandingkan introver dan ekstrover. Ambivert lebih gampang menyesuaikan diri dengan orang lain berdasarkan situasinya. Ini juga bikin mereka gampang berkomunikasi lebih dekat dengan beragam jenis orang.
Grant menjelaskan, “Mereka fleksibel secara alami karena bisa menjadi pembicara sekaligus pendengar yang baik."
Dari hasil penelitiannya, Grant juga membantah anggapan yang mengatakan bahwa penjual dengan performa terbaik adalah seorang ekstrover. Justru sikap luwes yang lebih besar dari seorang ambivert membuat mereka menjual lebih banyak, yaitu 51 persen produk lebih banyak per jam dibanding rata-rata penjual lainnya.
“Ini karena mereka (ambivert) lebih fleksibel, (tahu kapan) berbicara dan (kapan) mendengar. Mereka mengekspresikan ketegasan dan antusiasme dengan porsi yang tepat untuk membujuk pembeli, tapi juga bisa terlihat tidak terlalu bersemangat atau terlalu percaya diri,” jelas Grant.

Foto: Freepik
Lihat Juga :