alexametrics
Sains
Mengenal Luna 2, Wahana Antariksa Pertama yang Mendarat di Bulan
Mengenal Luna 2, Wahana Antariksa Pertama yang Mendarat di Bulan
Luna 2 jadi wahana antariksa pertama yang mendarat di Bulan, meskipun tanpa awak. Foto/India Today
Jakarta - Keindahan benda-benda langit memicu hasrat penjelajahan manusia untuk terbang ke angkasa, meneliti benda-benda yang seolah menanti untuk diungkap kemisteriusannya.

Lalu siapa yang mengawali Ide untuk menjelajah antariksa? Mengutip Air Space Magazine, dialah Robert Goddard, seorang insinyur profesor dan fisikawan yang dipercaya menciptakan dan membangun roket berbahan bakar cairan pertama di dunia. Ia juga mulai membangun alat yang bisa digunakan ke Mars.

Tidak bisa dimungkiri perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadi salah satu faktor yang mempercepat penjelajahan antariksa, kerap disebut dengan istilah space race.



Mengenal Luna 2, Wahana Antariksa Pertama yang Mendarat di Bulan
Foto: Air Space Magazine

Berlomba-lomba menjelajah antariksa dimulai dari satelit tanpa awak Sputnik I yang diluncurkan 1957. Hingga yang paling terkenal ialah Apollo II dan squad Neil Armstrong yang mampu mendaratkan manusia di Bulan pertama kali pada 20 Juli 1969.

Di antara kita mungkin banyak yang belum mengetahuinya bahwa sebenarnya pendaratan di Bulan pertama bukan dilakukan oleh Apollo II, melainkan oleh Luna 2 milik Uni Soviet.

Memang, Luna 2 adalah wahana antariksa tanpa awak. Tapi tetap aja, Luna 2 yang pertama kali mendarat di Bulan. Nah, baru beberapa bulan berikutnya diikuti oleh Surveyor I milik Amerika Serikat.

Sebelumnya, Uni Soviet meluncurkan Luna 1 pada 2 Januari 1959. Luna I bertujuan mengukur suhu dan tekanan di dalam wahana ketika meluncur ke angkasa, mempelajari komponen gas dari materi antarplanet dan radiasi sel surya.

Mengenal Luna 2, Wahana Antariksa Pertama yang Mendarat di Bulan
Foto: EDN

Namun Luna I tidak berjalan sesuai rencana karena wahana ini meleset ke orbit di sekitar matahari antara Bumi dan Mars. Meskipun demikian, ini adalah suatu hal yang melebihi ekspektasi dan berhasil membawa sebuah data baru mengenai radiasi Bumi dan medan magnet Bulan.

Kita kembali lagi ke bahasan utama, Luna 2 diluncurkan pada 12 September 1959 dan berhasil mendarat pada 14 September 1959 di permukaan bulan timur Mare Serenitatis dekat Aristides, Archimedes, dan Kawah Autolycus.

Dalam desain, Luna 2 sangat mirip dengan Luna 1, walaupun agak sedikit lebih besar dan instrumen onboard yang masih sama. Luna 2 punya mesin peluncur Vostok, dengan massa 390,2 kilogram dan diameter: 0,9 meter.

Mengenal Luna 2, Wahana Antariksa Pertama yang Mendarat di Bulan
Foto: NASA

Luna 2 diarahkan langsung ke Bulan dengan waktu perjalanan sekitar 36 jam. Peluncuran Luna 2 dilakukan ketika Bumi berada di seberang Bulan. Saat itu Bulan berada di atas cakrawala Uni Soviet. Hal ini harus dilakukan agar Luna 2 bisa mengikuti garis melengkung dari sistem gravitasi Bumi-Bulan.

Ada hal menarik setelah peluncuran Luna 2, yaitu awan oranye yang muncul dari Luna 2. Awan oranye ini merupakan gas natrium yang digunakan untuk membantu pelacakan pesawat dan mengidentifikasi perilaku gas di luar angkasa.

Nah, berikutnya kita bahas mengenai kronologi perjalanan Luna 2 dari peluncuran di Bumi hingga pendaratan di Bulan.

Mengenal Luna 2, Wahana Antariksa Pertama yang Mendarat di Bulan
Foto: Zenith Observatory

Dimulai pada 12 September 1959 pukul 06.39 UTC (Coordinated Universal Time), Luna 2 diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome dengan roket Vostok. Pada pukul 12.00 UTC, Luna 2 telah mencapai jarak 126.400 kilometer dari Bumi di atas Papua Nugini.

Kemudian pada pukul 18.39 UTC, Luna 2 mengeluarkan awan oranye. Pada 13 September pukul 21.00, Luna 2 terbentur di Bulan dengan kecepatan 3 km/s di dekat Palus Putredinis.

Mengenal Luna 2, Wahana Antariksa Pertama yang Mendarat di Bulan
Foto: KIK SSSR

Pukul 21.32 Luna 2 diperkirakan sampai di bulan. Akhirnya pada 14 September 23.02 UTC mencapai permukaan Bulan, dan menjadi yang pertama di dunia.

Misi ini mengonfirmasi bahwa Bulan tidak punya medan magnet yang cukup besar, dan tidak ada bukti sabuk radiasi di sana.

Selain itu, Luna 2 membawa lima instrumen berbeda untuk melakukan berbagai tes saat dalam perjalanan ke bulan. Instrumen-instrumen tersebut ialah; tiga komponen magnotometer, enam loket pelepasan gas natrium, detektor piezoelektrik, scintillation counter, dan ion traps.

Fakhri Benindo
Kontributor GenSINDO
Universitas Negeri Jakarta
Instagram: @fakhri_benindo



(it)
Artikel Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss