Minat Baca Remaja Meningkat, tapi Cerita Romantisasi Perilaku Menyimpang juga Menjamur

Minat Baca Remaja Meningkat, tapi Cerita Romantisasi Perilaku Menyimpang juga Menjamur
Banyak cerita dewasa di Wattpad yang meromantisasi perilaku menyimpang dalam hubungan asmara. Foto/Shutterstock
JAKARTA - Minat baca masyarakat Indonesia meningkat setelah pandemi berdasarkan Kajian Indeks Kegemaran Membaca yang dilakukan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2020, yang masuk dalam poin 55,74 atau sedang.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan survei ini melibatkan 10.200 responden di 34 provinsi yang mengukur frekuensi membaca, durasi membaca, dan jumlah buku yang dibaca.

Ditemukan pula pada 2020 minat baca penduduk dunia meningkat 35%. Penelitian tersebut dilakukan oleh The Digital Reader, dan menempatkanIndonesia di posisi ke-16 dunia dengan rata-rata masyarakatnya menghabiskan waktu membaca 6 jam per minggu. Survei ini menunjukkan penurunan penjualan buku fisik dan beralih ke buku digital.

Sayangnya survei tersebut tidak menjelaskan apakah buku digital yang dimaksudkan juga mencakup platform membaca daring. Misalnya seperti platform membaca dan menulis terpopuler beberapa tahun belakangan ini, yaitu Wattpad. Wattpad adalah situs web atau aplikasi yang memberikan fasilitas membaca dan menulis cerita secara gratis. Untuk mengaksesnya pun sangat mudah dan tidak dibatasi usia.



Minat Baca Remaja Meningkat, tapi Cerita Romantisasi Perilaku Menyimpang juga Menjamur

Foto: Unsplash

Saking populernya, melalui situs web resminya Wattpad menyebut setiap bulannya lebih dari 90 juta pembaca menggunakan platform ini. Jika melihat fenomena yang terjadi di antara remaja Indonesia, rata-rata remaja pernah menjadi pembaca atau penulis di sana. Kurang lebih karena mudahnya mengakses Wattpad tanpa harus mengeluarkan biaya dan banyaknya pilihan cerita dari berbagai genre, minat membaca remaja Indonesia pun meningkat terus.

Banyak Cerita Bergenre Dewasa



Wattpad tidak memiliki batasan mengenai jenis cerita yang boleh dan tidak boleh dipublikasikan. Tidak ada pula larangan berarti bagi anak-anak di bawah umur agar tidak membaca cerita yang tidak sesuai dengan usianya. Yang perlu mereka lakukan hanya meng-klik cerita itu dan mereka dapat membacanya dengan mudah.

Meski banyak terdapat cerita yang bagus dan mendidik tanpa sentuhan erotis di dalamnya, tapi cerita dengan embel-embel dewasa cukup banyak dan diminati. Bahkan cerita-cerita semacam itu biasanya berada di peringkat atas daftar cerita yang sering dibaca.

Seorang pembaca sekaligus penulis cerita fan-fiction di Wattpad yang sudah menggunakan platform ini sejak 2017 dan merupakan pelajar SMP, Aretha Luna, mengatakan bahwa biasanya 90 persen rekomendasi cerita di beranda Wattpad-nya adalah dari genre yang dia suka dan sering dibacanya. "Tapi tetap aja, 10 persen dari rekomendasi itu ada yang genrenya dewasa karena cerita itu populer banget,” ucapnya.

Baca Juga: 8 Jenis Toxic Relationship, Kamu Harus Waspada!

Qorry Anggita, mahasiswi yang merupakan pembaca Wattpad sejak 2014 juga memberikan pernyataan terkait hal ini. “Alesan cerita dewasa bisa disukain banyak orang karena pembaca penasaran sama cerita semacam itu terlepas dari penulisan ceritanya bagus atau masih amatir. Apalagi orang lain enggak akan tahu apa yang kita baca,” katanya.

Pelajar SMP lain berinisial RD mengakui bahwa ia pernah membaca cerita bergenre dewasa. “Awalnya coba-coba doang. Soalnya penasaran aja. Pas lihat sinopsisnya, rata-rata cerita dewasa, tuh, menarik. Walaupun aku tahu, sih, aku belum cukup umur buat baca cerita kayak gitu,” ujarnya.

Minat Baca Remaja Meningkat, tapi Cerita Romantisasi Perilaku Menyimpang juga Menjamur

Foto: Getty Images

Cara membuat akun Wattpad pun sangatlah mudah meski pendaftar adalah anak di bawah umur. Tidak ada pula pertanyaan terkait usia ketika mendaftar.

Banyak Cerita Meromantisasi Perilaku Menyimpang (Posesif, Obsesif, Manipulatif, Kekerasan)

Cukup banyak cerita dengan alur yang meromantisasi perilaku menyimpang dari tokohnya, seperti posesif, obsesif, manipulatif dan atau kasar secara fisik. Padahal perilaku semacam itu bisa menyebabkan hubungan menjadi tidak sehat atau kerap disebut toxic relationship.

Misalnya, perilaku manipulatif dapat membuat seseorang tidak sadar sedang dimanfaatkan karena alasan cinta, serta mendapat tekanan fisik ataupun psikis. Dikutip dari hellosehat.com, perilaku posesif yang berlebihan pun dapat mengindikasikan gangguan mental Borderline Personality Disorder (BPD) yang jika dibiarkan bisa berkembang menjadi kasar secara verbal dan fisik. Bahkan, cinta yang berasal dari obsesi sebenarnya adalah bentuk dari masalah psikologis yang dapat membuat seseorang berperilaku kompulsif.

Meski perilaku semacam itu adalah perilaku menyimpang, tapi karena diromantisasi melalui cerita, ada pembaca yang berpikir perilaku penyimpangan itu adalah hal yang romantis . Bahkan karena tingginya peminat cerita jenis itu, terdapat pola yang sama pada cerita dengan karakter tokoh yang memiliki penyimpangan perilaku. Biasanya tokoh cerita tersebut adalah pria kaya dan sosok yang dominan.

Seorang pelajar SMP, Ananda Kurnia, merupakan salah satu anak di bawah umur yang suka membaca cerita dengan karakter berperilaku menyimpang di Wattpad. “Cerita kayak CEO-CEO gitu biasanya karakter cowoknya, tuh, posesif. Kalo menurut aku cerita kayak gitu romantis, tapi tergantung alurnya gimana, sih,” ucapnya.

Tapi meski Ananda suka membaca cerita semacam itu, ia menjelaskan bahwa ia tidak ingin memiliki pasangan dengan perilaku menyimpang. “Aku maunya cowok kayak gitu cuma di khayalan aku aja. Aku cuma suka sama ceritanya karena menurutku itu romantis,” katanya.

Minat Baca Remaja Meningkat, tapi Cerita Romantisasi Perilaku Menyimpang juga Menjamur

Foto: Unsplash

Pemikiran Ananda sejalan dengan yang dituturkan Ranesha Naura, yang juga merupakan pelajar SMP. Ranesha mengungkapkan bahwa ia memang pernah membaca cerita dewasa maupun cerita dengan tokoh yang memiliki perilaku menyimpang, tapi baginya perilaku menyimpang semacam itu bukanlah perilaku yang dianggapnya romantis.

“Gue selalu memposisikan diri gue sebagai pemain cerita biar dapet feel-nya. Makanya kalo posesif gitu gue enggak suka,” jelasnya.

Ranesha menambahkan bahwa sebenarnya cerita semacam itu memang cukup banyak disukai. Secara umum mungkin sampai menyentuh ribuan pembaca, tapi pasti ada juga yang memiliki pembaca sampai jutaan.

Pandangan Psikolog Anak dan Remaja

Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi karena banyaknya terpaaan cerita dewasa dan cerita yang meromantisasi perilaku menyimpang terhadap anak di bawah umur dijelaskan oleh psikolog anak dan remaja Stella Sriwulandari.

“Dari sisi psikologi, terlalu banyak melihat konten bermuatan pornografi dapat menjadi salah satu indikasi ketagihan atau addict. Kalau sudah addict dengan sesuatu, kehidupan sehari-hari bisa terganggu karena fokusnya terus pada hal tersebut. Emosi juga tidak terkendali terutama saat terhalang memenuhi keinginannya,” ujar Stella menjelaskan.

Selama tumbuh dewasa anak jadi memiliki imajinasi seksual yang disukai, yang membuatnya ingin memenuhi imajinasi itu bersama pasangannya. Sedangkan secara sosial, menganggap lawan jenis sebagai objek seksual yang harus memenuhi kebahagiaannya saja. Remaja yang ketagihan dengan pornografi biasanya akan lebih menarik diri karena lebih senang menyendiri dengan imajinasinya.

Namun perlu diingat bahwa pengaruh yang akan didapatkan seorang anak dari tulisan semacam itu juga bergantung pada cara lingkungan sekitar mendidik mereka. Seperti yang dikatakan psikolog anak dan remaja Ni Kadek Ayu Duwi Sawitri.

“Di mana pun anak atau remaja membaca cerita bergenre dewasa, jika tidak dengan pengawasan orang tua pastinya akan memengaruhi cara pandang mereka terkait hubungan dan pemahaman tentang seksualitas. Sehingga anak bisa menggunakan nilai yang diperoleh dari hubungan di dalam cerita (yang bermuatan konten dewasa dan meromantisasi perilaku menyimpang),” jelasnya.

Minat Baca Remaja Meningkat, tapi Cerita Romantisasi Perilaku Menyimpang juga Menjamur

Foto: American Genius

Ia menambahkan, jika anak sampai meyakininya tanpa melihat realita dan kurangnya diskusi yang tepat, maka akan digunakan sebagai patokan untuk menjalin suatu hubungan. Sehingga hubungan yang benar atau seharusnya itu dianggapnya seperti (yang ada di cerita) itu.

"Sehingga saat ini banyak yang menjalani toxic relationship walau tidak sepenuhnya karena membaca suatu cerita dari Wattpad. Ada faktor penting lain yang bisa menyebabkannya, seperti kurangnya kasih sayang, rasa bersalah yang tinggi, terlalu bergantung pada pasangannya,” imbuh Ni Kadek Ayu.

Baca Juga: 15 Lagu Indonesia Jadul yang Viral Lagi Gara-Gara TikTok

Siasat yang Bisa Dilakukan

Mungkin banyak yang belum tahu, tapi Wattpad menyediakan preferensi konten pada beranda Wattpad penggunanya. Kalau mematikan tombol tersebut maka tak akan lagi ada cerita dewasa yang direkomendasikan di beranda Wattpad penggunanya. Ada juga pilihan untuk memblokir tagar yang tidak diinginkan.

Minat Baca Remaja Meningkat, tapi Cerita Romantisasi Perilaku Menyimpang juga Menjamur

Foto: Wattpad

Namun Ayu berpesan untuk para orang tua dan orang dewasa terkait hal ini bahwa apa pun yang dibaca anak harus tetap diawasi. "Berikan waktu dan perhatian untuk dapat berdiskusi pada anak sehingga orang tua bisa memberikan masukan atau pandangan yang lebih luas pada anak,” ungkapnya.

Vania Ramadhani
Kontributor GenSINDO
Universitas Al Azhar Indonesia


(ita)
Share: