Bekal KKN, Mengenal Seni Andragogy untuk Membantu Orang Dewasa dalam Belajar
loading...

Mengajarkan hal baru untuk orang dewasa butuh seni tersendiri, yang disebut dengan seni andragogy. Foto/Pixabay
A
A
A
JAKARTA - Mengajar orang dewasa seringkali disebut lebih susah dibanding anak-anak, makanya sampai ada seni tersendiri untuk mengajar mereka.
Belajar memang gak pandang usia. Kita bisa belajar apa aja, lewat jalur manapun. Bisa jalur pendidikan formal atau nonformal.
Nah, sebagai mahasiswa, pernah gak kamu membuat kegiatan kampus atau KKN tentang pemberdayaan masyarakat dengan sasaran kegiatannya adalah orang dewasa?
Pastinya bakal berbeda dengan proyek sosial atau kegiatan pemberdayaan yang sasarannya adalah anak-anak. Yang kadang ditemui adalah, mengajar orang dewasa bisa lebih susah dibanding mengajar anak-anak. Kenapa bisa begitu, ya?
![Bekal KKN, Mengenal Seni Andragogy untuk Membantu Orang Dewasa dalam Belajar]()
Foto: Butterworth-Heinemann/Elsevier
Dikutip dari buku "The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resources Development" edisi ke-6 (2005) karya Malcolm S. Knowles, Elwood F. Holton III, dan Richard A. Swanson, ternyata memang mengajar orang dewasa berbeda dengan anak-anak.
Ini karena orang dewasa sudah punya konsep diri yang matang dibandingkan dengan anak-anak. Istilah ini dikenal dengan adult learner atau andragogy.
Andragogy pertama kali diperkenalkan pada tahun 1883 oleh seorang pendidik Jerman bernama Alexander Kapp.
Tetapi, teori tentang pembelajaran orang dewasa atau andragogy lebih banyak dipopulerkan oleh Malcolm Knowles sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Andragogy.
Menurut Knowles, andragogy adalah seni atau ilmu untuk membantu orang dewasa belajar. Knowles mengasumsikan bahwa dalam membantu orang dewasa belajar, perlu memperhatikan empat hal.
Belajar memang gak pandang usia. Kita bisa belajar apa aja, lewat jalur manapun. Bisa jalur pendidikan formal atau nonformal.
Nah, sebagai mahasiswa, pernah gak kamu membuat kegiatan kampus atau KKN tentang pemberdayaan masyarakat dengan sasaran kegiatannya adalah orang dewasa?
Pastinya bakal berbeda dengan proyek sosial atau kegiatan pemberdayaan yang sasarannya adalah anak-anak. Yang kadang ditemui adalah, mengajar orang dewasa bisa lebih susah dibanding mengajar anak-anak. Kenapa bisa begitu, ya?

Foto: Butterworth-Heinemann/Elsevier
Dikutip dari buku "The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resources Development" edisi ke-6 (2005) karya Malcolm S. Knowles, Elwood F. Holton III, dan Richard A. Swanson, ternyata memang mengajar orang dewasa berbeda dengan anak-anak.
Ini karena orang dewasa sudah punya konsep diri yang matang dibandingkan dengan anak-anak. Istilah ini dikenal dengan adult learner atau andragogy.
Andragogy pertama kali diperkenalkan pada tahun 1883 oleh seorang pendidik Jerman bernama Alexander Kapp.
Tetapi, teori tentang pembelajaran orang dewasa atau andragogy lebih banyak dipopulerkan oleh Malcolm Knowles sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Andragogy.
Menurut Knowles, andragogy adalah seni atau ilmu untuk membantu orang dewasa belajar. Knowles mengasumsikan bahwa dalam membantu orang dewasa belajar, perlu memperhatikan empat hal.
Lihat Juga :