alexametrics
Kisah Bir Pletok, Bir Halal yang Bikin Melotot
Kisah Bir Pletok, Bir Halal yang Bikin Melotot
Bir pletok, minuman khas Betawi yang meski namanya bir, tapi halal karena tak mengandung alkohol. Foto/Okezone
Jakarta - Kata 'bir' dalam bir pletok ternyata bukan diambil dari bahasa Inggris 'beer' tapi justru dari bahasa Arab. Paling enak diminum saat hujan-hujan. Bikin badan anget dan mata melotot!

Saya ingat kejadian waktu saya masih kecil. Saat itu, saya sering melihat bapak-bapak di tengah malam, menghabiskan waktu ronda dengan bermain catur di bawah atap pos ronda, dengan sebungkus kacang dan minuman hangat yang mereka beri nama bir pletok.

Sempat terbersit pemikiran negatif tentang nama minuman tersebut. Banyak pertanyaan muncul, apa benar bapak-bapak di sana meminum bir? bukankah minuman beralkohol itu haram, padahal saya tahu mereka muslim?



Melihat wajah kebingungan tersebut, mungkin membuat salah satu pria di sana tergugah untuk menjelaskan. Saya mengingat cerita singkat mereka tentang bir pletok.

Menurut mereka, yang juga diamini oleh sejarawan JJ Rizal yang belakangan saya ketahui, dahulu kala saat penjajah Belanda di Indonesia, mereka sering sekali menggelar pesta sambil minum-minuman keras alias bir dan wine.

Banyak warga lokal yang ingin mencoba minuman memabukkan tersebut, tapi minuman beralkohol itu dilarang dalam Agama Islam. Karena mungkin gemas, akhirnya warga Betawi membuat olahan minumannya sendiri dengan berbagai macam campuran bahan dan mereka beri nama bir pletok.

Arti bir dalam bir pletok juga bukan dari bahasa Inggris 'beer'. Melainkan dari frasa Bahasa Arab yaitu 'bi’ir' yang artinya 'sumber air'.

Cerita itu masih saya ingat hingga sekarang. Sampai saat ulang tahun kota Jakarta pekan lalu, saya berkunjung ke tempat perkampungan masyarakat Betawi di Jakarta, yaitu Setu Babakan.

Kisah Bir Pletok, Bir Halal yang Bikin Melotot
Foto: berita360.com 

Dikocok Jadilah Pletok
Momen ulang tahun Jakarta, membuat Setu Babakan lebih ramai dikunjungi dari pada hari-hari biasanya. Ada berbagai macam pertunjukan seni, penjaja dagangan dengan berbagai jenis makanan, dan juga beragam jenis orang dengan latar belakang suku yang berbeda.

Ingatan saya tentang cerita bir pletok saat kecil kembali terulang ketika saya melihat ibu-ibu penjual bir pletok yang telah dikemas dengan sedemikian rupa. Tanpa sadar saya menghampiri kedai tersebut dan memilih untuk membeli satu botol bir pletok.

“Rasanya seperti apa ya, Bu?” begitu pertanyaan pertama yang saya lontarkan.

“Pernah nyobain sekuteng?” kata si Ibu. Saya mengangguk singkat

“Nah, rasanya mirip-mirip kayak gitu, enak anget di tenggorokan, cocok banget buat yang lagi flu, dan radang tenggorokan.”

Percakapan singkat tersebut, membuat saya semakin penasaran tentang bir pletok. Hal paling utama yang membuat saya penasaran adalah nama minuman itu sendiri.

Kata 'pletok' diambil dari proses pembuatan minuman tersebut. Dahulu rakyat Betawi lebih sering menyajikan minuman tersebut dengan cara menuangkannya pada sebuah bilah bambu, lalu ditambah dengan es batu dan diakhiri dengan dikocok.

Ketika mengocok minuman tersebut, akan timbul suara seperti bunyi meletup-letup dan akhirnya dinamakan bir pletok.

Ternyata bukan hanya namanya saja yang meletup-letup, rasa dari minuman tersebut juga sukses bikin melotot.

Kisah Bir Pletok, Bir Halal yang Bikin Melotot
Foto: anekaresep.web.id

Dibuat dari Rempah-Rempah
Berbeda dengan minuman sehat lainnya seperti jamu, yang kental sekali rasa rempah-rempahnya. Bir pletok memiliki rasa lain yang lebih ringan dan segar ketika kita minum. Cara pembuatannya juga sangat mudah, kita hanya perlu merebus semua rempah-rempah dan setelah siap kita tinggal menyaringnya.

Rempah-rempah yang kita butuhkan juga hanya jahe dan serai, lalu daun pandan untuk menambah aromanya, dan kayu secang sebagai pewarna. Selain itu penambahan beberapa rempah lainnya seperti cengkih, kayu manis, kapulaga, dan pala juga dapat menambah cita rasa dari bir pletok.

Berbeda dengan bir biasa, bir pletok memiliki rasa dan manfaat yang sangat berbeda. Walaupun kedua minuman tersebut sama-sama membuat badan peminumnya menjadi hangat, namun bir pletok juga membuat badan menjadi sehat karena terbuat dari rempah-rempah, rasanya juga manis.

Dengan berbagai khasiat dari bir pletok, kita tidak perlu lagi merasa ragu untuk meminumnya, rasa manis dan segar akan sangat cocok untuk seluruh penduduk Jakarta sekarang. Melepas rasa stres dan berbagai penyakit yang dirasakan karena padatnya kota Jakarta sekarang.

Ramdhani Kusuma Putra
Kontributor Gen Sindo
Universitas Negeri Jakarta
Instagram: @ramable_



(her)
Artikel Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
Terpopuler
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss