Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Sinopsis Move to Heaven, Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya
Drama Korea terbaru Netflix Move to Heaven penuh dinamika cerita dan karakter-karakter yang menarik. Foto/Netflix
JAKARTA - Drama Korea "Move to Heaven" punya kisah yang unik, dan baru saja tayang pada 14 Mei kemarin di Netflix.

Karena ini adalah serial asli Netflix (Netflix Original), maka kamu sudah bisa menonton seluruh season 1-nya, yaitu sebanyak 10 episode sekaligus.

Nah, buat kamu yang mau tahu lebih lanjut soal drama Korea terbaru yang dibintangi Lee Je-hoon ini, kamu bisa cek yang berikut ini.

1. SINOPSIS



Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Drama "Move to Heaven" bercerita tentang pemuda berusia 20 tahun bernama Geu-ru (Tang Jun-sang). Dia adalah penyandang sindrom asperger yang bersama ayahnya (diperankan Ji Jin-hee) menjalani pekerjaan sebagai trauma cleanser. Ini adalah pekerjaan membersihkan ruangan tempat seseorang meninggal, termasuk mengumpulkan barang-barang mendiang untuk diserahkan pada keluarganya.

Seiring cerita berjalan, Geu-ru lalu diserahkan pada pamannya, Sang-gu (Lee Je-hoon), seorang mantan narapidana urakan yang jorok. Sang-gu awalnya mau menjadi wali Geu-ru dengan motivasi mendapat uang keluarganya. Namun untuk menjadi wali tetap, dia harus mau bekerja bersama Geu-ru sebagai trauma cleaner.



Karena 'mencium' gelagat buruk Sang-gu, satu-satunya teman sekaligus tetangga Geu-ru, yaitu Na-mu (Hong Seung-hee), lantas waspada dan selalu mengawasi gerak-gerik Sang-gu. Tujuan utamanya adalah supaya Geu-ru yang polos tetap aman dari rencana licik pamannya itu.

Dari sini, cerita berjalan makin menarik, dengan hubungan Geu-ru dan Sang-gu yang makin dinamis, dan rahasia-rahasia keduanya yang pelan-pelan terkuak.

Di sisi lain, pekerjaan mereka sebagai trauma cleaner membawa keduanya - terutama Geu-ru - menangkap pesan terakhir orang-orang yang sudah meninggal lewat barang-barang peninggalannya. Yang akan membuat penonton merasa emosional adalah, pesan terakhir tersebut hampir selalu ditujukan untuk orang-orang yang mereka sayangi, tapi tak pernah atau belum sempat mereka ungkapkan pada yang bersangkutan.

2. BENTROKAN KARAKTER-KARAKTER YANG BERTOLAK BELAKANG

Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Tiga karakter utama dalam drama "Move to Heaven", yaitu Geu-ru, Sang-gu, dan Na-mu sangatlah menarik dan bertolak belakang. Geu-ru adalah sosok yang murni, polos, tak punya pikiran jahat dan tanpa prasangka buruk pada siapa pun. Meski wajahnya tanpa ekspresi, berbicara seperti robot, dan sulit mengungkapkan perasaan termasuk tidak suka dipeluk, Geu-ru adalah sosok genius dan supercepat dalam menghafal apa pun.

Sebaliknya Sang-gu berbeda 180 derajat dari keponakannya itu. Dia orang yang sinis, apatis, jorok, dan tidak pedulian dengan siapa pun. Namun seiring jalannya cerita, kita akan tahu mengapa dia tumbuh menjadi sosok seperti itu.

Adapun Na-mu adalah sosok yang optimistis, selalu ceria, dan sangat sayang pada Geu-ru. Dia juga perempuan pemberani. Dia bukan cuma tidak takut pada Sang-gu yang sangat intimidatif, Na-mu bahkan berani mengancam Sang-gu kalau dia berani macam-macam pada Geu-ru.

"Dia itu ibarat pohon buat Geu-ru karena selalu melindunginya. Dia pintar dan kuat," kata Hong Seung-hee tentang karakter yang dimainkannya saat konferensi pers daring "Move to Heaven" pada Rabu (12/5). "Dia itu kayak perisai buat Geu-ru," imbuh Lee Je-hoon.

Interaksi ketiga karakter yang jauh berbeda inilah yang akan membuat "Move to Heaven" menarik untuk ditonton, membuat penonton kadang terharu, kadang tertawa geli.

3. KISAH PROFESI YANG TAK LAZIM

Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Drama ini juga fokus pada pekerjaan Geu-ru dan Sang-gu sebagai trauma cleanser. Menurut sutradara Kim Sung-ho, profesi ini termasuk baru di Korea Selatan. Jasa trauma cleaning umumnya diperlukan bagi seseorang yang meninggal sendirian, hidup sendiri, atau jauh/tidak punya keluarga.

Ada banyak stereotip negatif tentang pekerjaan ini, dan ini juga digambarkan dalam "Move to Heaven". Padahal, pekerjaan ini sangatlah mulia, karena berusaha menghormati seseorang yang sudah meninggal, dan berusaha 'mengantarkan' mereka ke tempat baru dengan damai.

Penulis skenario Yoon Ji-ryeon menulis cerita drama ini berdasarkan kumpulan esai berjudul "Tteonan Hu-e Namgyeojin Geotdeul" ("Things Left Behind") yang ditulis Kim Sae-byul, CEO dari bisnis trauma cleaner. Saat itu, penulis perempuan ini sedang mencari buku tentang kematian dan rasa duka.

Ji-ryeon lalu melakukan riset tentang pekerjaan ini hingga ke Amerika Serikat dan Jepang, termasuk ikut serta saat para trauma cleaner bekerja di lokasi. Dia juga banyak dibantu oleh Kim Sae-byul.

Ji-ryeon yang juga menulis drama "Boys Before Flowers" ini mengatakan bahwa tujuannya membuat cerita drama ini adalah agar orang-orang yang sudah meninggal punya orang yang menghargai dan menjaga barang-barang milik mendiang. Juga untuk menegaskan bahwa mereka yang sudah meninggal sudah melakukan yang terbaik dan kini saatnya mereka melepas semua kesedihan dan beban selama tinggal di dunia.

Sutradara Kim Sung-ho menambahkan bahwa untuk keperluan riset, dia datang ke pameran bisnis trauma cleaner dan melihat banyak video terkait profesi trauma cleanser.

Baca Juga: Daftar Tayangan Korea di Netflix untuk 2021, Ada Sitkom yang Dibintangi Para Idol

4. KISAH ORANG-ORANG YANG TERPINGGIRKAN

Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Selain menyajikan dinamika hubungan Geu-ru dan Sang-gu, tiap episode "Move to Heaven" juga akan menceritakan sosok yang berbeda-beda, yaitu kisah mereka yang baru saja meninggal. Yang menarik, ada benang merah antara mereka, yaitu sosok-sosok yang terpinggirkan, minoritas, atau yang dianggap sebelah mata.

Ada sosok buruh yang diperlakukan tidak adil oleh perusahaannya, ada nenek renta yang dibiarkan tinggal sendiri oleh keluarganya dan jarang dijenguk, ada perempuan korban kekerasan dalam pacaran (KDP), hingga anak adopsi terlantar yang bingung dengan identitasnya. Hampir semuanya hidup sendiri, yang sekaligus menggambarkan fenomena sosial kehidupan perkotaan yang masyarakatnya individualistis.

"Ini tentang rasa kesepian. Karena itu saya ingin bahwa setelah menonton drama ini, kita setidaknya bisa melihat tetangga kita, masyarakat, dan bersikap lebih baik lagi (pada mereka). Kita harus saling menjaga satu sama lain," ujar Kim Sung-ho.

Dalam perspektif yang lebih luas, kondisi Geu-ru sebagai penyandang sindrom asperger juga adalah seorang minoritas yang mesti hidup dalam stereotip yang berkembang dalam masyarakat, sama dengan mereka yang kamar dan rumahnya dibersihkan oleh Geu-ru.

5. PARA PEMAIN MENANGIS SAAT MEMBACA SKENARIONYA


Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Saking penuh harunya cerita-cerita yang muncul dalam "Move to Heaven", Lee Je-hoon dan Tang Jun-sang mengaku menangis saat membaca skenario untuk pertama kalinya. "Hatiku penuh dengan emosi," kata Je-hoon.

6. TANG JUN-SANG DIPUJI SEBAGAI AKTOR GENIUS

Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Sutradara Sung-ho dan Je-hoon menyebut Jun-sang sebagai aktor yang genius karena sanggup menghafal dialog yang sangat panjang. Jadi, dalam salah satu adegan, Jun-sang digambarkan mengucapkan banyak nama ikan dengan ciri khasnya masing-masing.

"Itu adalah one take scene (scene yang diambil tanpa jeda alias diambil secara nonstop). Dia genius," puji sutradara. "Kalimatnya panjang dan dia bisa hafal," kata Je-hoon.

Sementara Jun-sang malah mengaku dia sebenarnya susah menghafal sesuatu. Aktor yang pernah muncul dalam "Crash Landing on You" ini juga bilang bahwa dia mengambil inspirasi dari drama Korea "Good Doctor" yang juga bercerita tentang anak autis yang genius.

7. LEE JE-HOON TERLUKA KARENA JADI PETINJU

Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Dalam drama ini, Sang-gu menjadi petinju underground ilegal. Untuk perannya tersebut, dia memutuskan untuk ikut pelatihan tinju selama tiga bulan untuk minimal menguasai gestur dan cara memukul yang benar.

Nah, saat syuting adegan tinju, dia mengaku pergelangan tangannya sampai terluka, tapi dia justru bangga karena bisa menunjukkan adegan yang menurutnya memuaskan.

Baca Juga: Penonton Puji Drama 'Imitation', Akurat Gambarkan Budaya K-Popers

8. RITUAL MUSIK KLASIK DAN iPOD GEU-RU

Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Tiap kali Geu-re melakukan pembersihan, dia akan mendengarkan musik klasik dengan headphone-nya lewat iPod jadul. Menurut sutradara Sung-ho, musik klasik dipakai Geu-ru karena jenis musik itu memberinya kenyamanan dan membantunya untuk berkonsentrasi saat melakukan pembersihan.

"Kalau iPod, itu iPod generasi ketiga yang jadi favorit saya. Itu (iPod) generasi tua. Karena Geu-ru senang hal-hal 'tua' yang juga jadi rutinitasnya. Itu bisa jadi diwariskan ayahnya. Jadi saya anggap iPod tua jadi sesuatu yang membuatnya dekat dengan ayahnya," kata Sung-ho menjelaskan.

9. EPISODE FAVORIT PARA PEMAIN

Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Dari 10 episode yang ada pada musim pertama, Jun-sang menyebut bahwa episode ke-5 adalah favoritnya. Alasannya, "Karena ada kasus yang mesti dipecahkan, jadi saya seperti Sherlock Holmes," ujarnya. Hong Seung-hee juga sependapat dengan Jun-sang.

Sementara Je-hoon senang dengan episode pertama, karena menurutnya penggambaran orang tua yang ditinggal anaknya sangatlah realistis, sekaligus menyedihkan. "Adegannya relatable," ujarnya.

Baca Juga: 9 Drama Korea Terbaik 2011-2021, Menang Banyak Piala

10. PESAN PENTING DARI SUTRADARA

Sinopsis 'Move to Heaven', Drama Korea Terbaru dan Fakta-Fakta Menariknya

Foto: Netflix

Drama "Move to Heaven" penuh dengan isu sosial yang terjadi dalam masyarakat, tak hanya di Korea Selatan, tapi juga di banyak negara lainnya.

"(Masyarakat) yang terdiskoneksi, sulit berkomunikasi. (Seharusnya) kita harus saling memerhatikan," ujar sutradara Sung-ho.

"Saat sekarang ini mungkin kita mencari sesuatu untuk kita melarikan diri (escapism), tapi kita juga perlu melihat realitas," imbuhnya. "(Meski begitu) Drama ini juga akan menawarkan rasa nyaman pada penonton," tuturnya.



(ita)
Share: