Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment

Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment
SM Entertainment menjadi agensi besar dalam industri K-pop yang sekaligus membangun sistem pelatihan idol dalam industri tersebut. Foto/SM Entertainment
JAKARTA - SM Entertainment adalah perusahaan agensi ternama di Korea Selatan yang didirikan oleh Lee Soo-man pada 1995.

Singkatan "SM" dalam nama ini adalah kependekan dari Star Museum. Sebelumnya, singkatan tersebut dipakai untuk menyingkat nama Soo-man sebagai pendiri agensi.

Dalam sejarah K-pop , SM Entertainment termasuk dalam tiga agensi terbesar di Korea Selatan. Agensi ini pula yang membangun sistem pelatihan (trainee) idol yang kini diadopsi oleh industri K-pop.

SM Entertainment kini menjadi label rekaman, perusahaan produksi musik dan konser, manajemen acara, dan rumah penerbitan musik. SM Entertainment bisa dibilang sebagai agensi yang pertama kali mengirim para artisnya ke pasar di luar Korea.



SM Entertainment juga menjadi rumah bagi penyanyi solo dan grup K-pop besar, mulai dari BoA, TVXQ, S.E.S, Super Junior, Girls' Generation/SNSD , SHINee , f(x), EXO , Red Velvet , NCT , dan Aespa . Mereka juga menaungi aktor dan model seperti Kim Min-jong dan Lee Yeon-hee.

Nah, tentunya sebagai agensi besar, para artis di bawah label ini punya banyak kelebihan, tapi tentunya juga kekurangan. Berikut di antaranya.

KELEBIHAN



1. PUNYA KUALITAS VOKAL DAN MUSIK YANG BAGUS

Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment

Foto: Stark

Para idol dalam naungan SM Entertainment tak perlu diragukan lagi kualitas vokalnya. Baik dalam rekaman maupun bernyanyi langsung (live), suara mereka stabil dan enak didengar.

Begitu juga soal musiknya, lagu-lagu yang dinyanyikan punya kualitas di atas rata-rata lagu K-pop pada umumnya. Misalnya "Psycho" milik Red Velvet, NCT 127 "Highway To Heaven, juga EXO "Obsession".

2. GUDANGNYA IDOL DENGAN VISUAL DAN FISIK MENARIK

Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment

Foto: SM Entertainment

SM Entertainment adalah gudangnya idoldengan visual terbaik, misalnya Sehun EXO, Yoona SNSD, juga Irene Red Velvet. Bisa dibilang, para idol SM Entertainment punya paket lengkap untuk menjadi bintang dalam industri hiburan.

3. PUNYA IKATAN KEKELUARGAAN YANG ERAT

Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment

Foto: SM Entertainment

SM Entertainment punya banyak artis dalam naungan mereka, tapi tidak berarti ada senioritas yang kental di sana. Seperti Super Junior yang debut sejak lama, tapi mereka tetap membimbing juniornya seperti NCT, Red Velvet, dan Aespa. Walaupun punya perbedaan usia yang sangat jauh, persahabatan para artis dalam agensi ini sudak seperti layaknya keluarga dengan saling memberikan dukungan.

4. PUNYA DIDIKAN ETIKA YANG BAIK

Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment

Foto: SM Entertainment

Saat menjalani masa pelatihan, para traineetidak hanya harus menjalani kelas vokal dan dancesaja, mereka juga harus mengikuti kelas etika untuk mempelajari cara bersikap dan bertingkah laku dengan baik.

Baca Juga: Film Dokumenter 'Persona' Ungkap Bahayanya Tes Kepribadian MBTI

KEKURANGAN


1. AGENSI MEMBATASI IDOL MEMPRODUKSI MUSIK SENDIRI


Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment

Foto: SM Entertainment

SM Entertainment punya standar tersendiri untuk merilis sebuah lagu, dengan kurasi dari komposer agensi tersebut. Karena itulah, para idoldi sini tak banyak menyanyikan lagu mereka sendiri karena tak lolos kurasi. Bisa dibilang, kreativitas mereka dibatasi jika berada dalam SM Entertainment.

Padahal banyak sekali artis SM Entertainment yang punya bakat menulis lagu, seperti Chanyeol EXO. Agensi ini memutuskan untuk artisnya lebih fokus sebagai penyanyi dibanding sebagai penulis lagu, komposer, atau produser.

2. PENGHASILAN YANG TIDAK ADIL KEPADA ARTISNYA


Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment

Foto: Soompi

Ketidakadilan ini mengacu pada aturan keuntungan penjualan album fisik 95% untuk perusahaan, sedangkan 5% untuk idol. Untuk album fisik yang diperbarui, 90% untuk perusahaan, sedangkan 10% untuk idol. Saat diundang ke acara atau event seperti konser, maka 60% keuntungan untuk perusahaan sedangkan 40% untuk idol.

Jika promosi di luar negeri, 30% untuk perusahaan dan 70% untuk idol. Hal ini selalu menjadi perbincangan para penggemar artis-artis agensi ini karena mereka menilai para idol sudah bekerja dengan sangat keras setiap hari.

Baca Juga: 5 Drama Korea Favorit Penonton Internasional, tapi Ratingnya Rendah di Korea

3. KURANG ADIL DALAM PEMBAGIAN LINE DAN SCREEN TIME


Ini Kelebihan dan Kekurangan Grup K-Pop di Bawah SM Entertainment

Foto: SM Entertainment

Para penggemar seringkali memprotes urusan pembagian line atau bagian menyanyi dan screen time dalam video musik yang dinilai tidak adil. Kadang satu idol dinilai sangat sedikit porsinya dibanding idol lainnya dalam satu grup. Hal ini selalu menjadi perdebatan para penggemar tiap kali grup kesukaannya melakukan comeback.

Andini Rizky Lestari
Kontributor GenSINDO
Universitas Persada Indonesia YAI


(ita)
Share: