5 Drama Korea Favorit Penonton Internasional, tapi Ratingnya Rendah di Korea

5 Drama Korea Favorit Penonton Internasional, tapi Ratingnya Rendah di Korea
Drama True Beauty membuat penonton internasional terpecah menjadi Tim Suho dan Tim Seo-jun, tapi di Korea drama ini tak terlalu mendapat tanggapan meriah. Foto/tvN
JAKARTA - Drama Korea makin menjamur di layanan streaming global, membuatnya makin populer di kalangan penonton internasional. Meski begitu, tingkat popularitas sebuah drama Korea tak selalu berbanding lurus antara di pasar internasional dan negara asalnya.

Beberapa judul serial ada yang sangat populer dan dicintai serta tak habis dibahas para penonton internasional, sementara di Korea Selatan (Korsel), para pencinta drakor terlihat adem ayem alias tak bereaksi berlebihan. Ini bisa dilihat dari rating yang tercatat secara nasional yang dihimpun oleh Nielsen Korea.

Nah, berikut lima drama Korea yang populer di kalangan penonton internasional, tapi ratingnya tak terlalu bagus di Korea.

1. IT'S OKAY TO NOT BE OKAY (2020)



5 Drama Korea Favorit Penonton Internasional, tapi Ratingnya Rendah di Korea

Foto: tvN

"It’s Okay Not To Be Okay" termasuk dalam daftar lima besar drama Korea yang paling banyak ditonton di Netflix pada tahun lalu. Chemistry Kim Soo-hyun dan Seo Ye-ji yang bagus, tema yang unik, hingga emosi yang mendalam menarik perhatian penonton internasional.

Namun, menurut AGB Nielsen Korea, rating rata-rata untuk keseluruhan episode drama ini hanya mencapai 5,4%. Artinya, hanya 5,4% rumah tangga yang memiliki televisi di Korsel yang menonton drama ini saat ditayangkan di tvN.Bahkan rating serial ini mengalami penurunan pada episode ke-10 menjadi 4,2%, sementara tertinggi hanya 7,3%. Bandingkan dengan "Crash Landing on You" yang mencapai 21.6 % dan tayang di saluran yang sama.



Mengutip dari Koreaboo, penonton di Korsel umumnya berpendapat bahwa akting perdana Kim Soo-hyun pascawamil seperti dipaksakan. Selain itu, beberapa adegan juga dinilai punya unsur pelecehan seksual. Misalnya, saat Ko Moon-young memasuki ruangan ganti staf dan mengusap dada Moon Kang-tae tanpa persetujuannya.

2. THE KING: ETERNAL MONARCH (2020)

5 Drama Korea Favorit Penonton Internasional, tapi Ratingnya Rendah di Korea

Foto: SBS TV

"The King: Eternal Monarch" jadi drama paling banyak ditonton sekaligus masuk dalam 10 besar program paling banyak ditonton di Netflix pada tahun lalu. Sinematografi yang indah dan pemain yang bertabur bintang ( Lee Min-ho dan Kim Go-eun ) sukses memikat penggemar internasional. Bukan cuma diisi pemain top, penulis skenario terkenal (Kim Eun-sook), bujet fantastis (lebih dari Rp379 miliar), dan promosi luar biasa membuatnya menarik perhatian banyak penonton internasional.

Sayangnya, semua gemerlap itu tak sebanding dengan hasil ratingnya. Melihat data AGB Nielsen Korea, rating drama ini di bawah ekspektasi. Rating pembukanya memang bagus, dengan angka tertinggi 11,6% untuk episode ke-2. Namun setelah itu, ratingnya terus merosot hingga rata-ratanya hanya 7,7%. Dibandingkan "Dr. Romantic 2" yang tayang sebelumnya, rating rata-ratanya mencapai 18,3%.

Mengutip dari Koreaboo, drama ini menuai beberapa kontroversi bagi penonton Korea. Misalnya, beberapa elemen kerajaan dan kapal perang yang mirip dengan arsitektur Jepang. Selain itu, selama penayangan Jung Eun-chae mendapat kecaman karena berselingkuh dengan penyanyi Jung Joon-in. Hal lain yang membuat penonton di Korea kesal adalah penempatan produk sponsor yang terlalu berlebihan.

Kritikus budaya pop Kim Hern-sik, juga mengatakan bahwa penonton Korea lebih senang dengan cerita yang realistis. Hal ini berbanding terbalik dengan penonton internasional yang menyukai cerita fantasi.

3. TRUE BEAUTY (2020)

5 Drama Korea Favorit Penonton Internasional, tapi Ratingnya Rendah di Korea

Foto: tvN

Diadaptasi dari webtoon populer "The Secret of Angel", drama "True Beauty" jadi drama yang ditunggu-tunggu penayangannya. Sayangnya, saat penayangannya drama ini banyak menuai kritik dari para penonton di Korsel, salah satunya karena drama ini dinilai sangat berbeda dengan versi webtoon-nya.

Mengutip dari zapzee.net, perbedaan mencolok tergambar pada karakter Kang Su-jin dan fokus pada cinta segitiga antara Lee Su-ho, Im Ju-kyung, dan Han Seo-jun. Karakter mereka dianggap tidak berkembang. Alasan lainnya, penonton beranggapan bahwa beberapa bagian dalam drama ini dianggap terlalu 'garing' (cringe). Misalnya, pada episode ke-10 saat Lee Su-ho ( Cha Eun-woo ) mengalami kecelakaan yang adegannya dianggap lebih mirip dengan iklan tempat tidur.

Mengutip Koreaboo, penempatan produk sponsor asal China juga dianggap terlalu berlebihan. Melihat hal ini, mereka mempertanyakan apakah drama ini drama Korea atau drama China.

Menurut AGB Nielsen Korea, "True Beauty" hanya mendapat total rating rata-rata 3,7%. Dengan rating terendah pada episode ke-8 dengan nilai 2,9%.

Baca Juga: 8 Drama Korea Genre Komedi Romantis Terbaik 2019-2020

4. MYSTIC POP-UP BAR (2020)

5 Drama Korea Favorit Penonton Internasional, tapi Ratingnya Rendah di Korea

Foto: JTBC

Dibintangi oleh Yook Sung-jae, Hwang Jung-eum, dan Choi Won-young tak lantas membuatnya berhasil mengantarkan drama ini meraih rating optimal. Menurut data AGB Nielsen, drama ini hanya mengantongi rating rata-rata 2,9% untuk total 12 episode.

Mengutip Soompi, pada awal penayangannya tersebar rumor bahwa direktur poduksi Jeon Chang-geun terlibat dalam kasus kematian aktris Jang Ja-yeon pada 2009. Rumor tersebut bahkan menyebut ada ancaman pemboikotan seluruh acara baru Jeon Chang-geun.

Namun, rumor yang beredar tersebut ternyata tidak benar. Penyebar rumor tersebut juga telah mengunggah permohonan maaf. Namun rating drama ini tetap tidak maksimal.

5. STRANGER FROM HELL (2019)


5 Drama Korea Favorit Penonton Internasional, tapi Ratingnya Rendah di Korea

Foto: OCN

Diadaptasi dari webtoonberjudul sama, drama thriller psikologi "Stranger From Hell" dinilai terlalu seram dan menakutkan bagi penonton Korea. Drama yang diperankan oleh Lee Dong-wook dan Im Si-wan ini tak berhasil membuat drama ini menembus dua digit perolehan rating penayangan.

Baca Juga: Filosofi Monster dalam Drama dan Film Korea, dari 'Sweet Home' hingga 'Train to Busan'

Menurut AGB Nielsen Korea, secara nasional Drama ini hanya mengantongi 3,0% rata-rata penayanganya dari 10 episode. Mengutip dari Koreaboo, banyak penonton yang berkomentar bahwa menonton drama ini menimbulkan mood yang buruk sepanjang hari. Mereka merasa bahwa drama ini terlalu seram dan tidak menyenangkan jika harus ditayangkan selama satu jam.

Eka Sarmila
Kontributor GenSINDO
Universitas Negeri Jakarta
Instagram: @eka_sarmila_


(ita)
Share: