Perusahaan-perusahaan Besar di Balik Kesuksesan K-Pop yang Perlu Kamu Tahu

Perusahaan-perusahaan Besar di Balik Kesuksesan K-Pop yang Perlu Kamu Tahu
BTS lahir dari perusahaan agensi kecil Big Hit Entertainment yang kini menjadi salah satu penggerak hallyu di luar Korea. Foto/Getty Images
JAKARTA - Dari perusahaan agensi hingga perusahaan teknologi, kelima perusahaan besar ini menjadi tonggak dari meluasnya hallyu ke seluruh dunia.

Banyak perusahaan telah mendominasi musik dan hiburan di Korea selama bertahun-tahun. Ada yang berbeda bidang, ada pula yang bersaing dalam bidang yang sama, misalnya perusahaan agensi atau manajemen artis seperti SM Entertainment, JYP Entertainment , YG Entertainment, dan tentu saja Big Hit Entertainment.

Mengutip South China Morning Post, berikut kelima perusahaan yang berperan besar dalam industri K-pop beberapa tahun terakhir.

1. BIG HIT ENTERTAINMENT

Perusahaan-perusahaan Besar di Balik Kesuksesan K-Pop yang Perlu Kamu Tahu

Foto: Getty Images

Perusahaan ini telah go publicdi bursa saham pada 2020 dengan menjadi salah satu profil IPO (penjualan saham ke publik) tertinggi. Big Hit Entertainment menjadi perusahaan dominan di Korea Selatan (Korsel) berkat popularitas BTS. Selain BTS, Big Hit juga menaungi TXT, serta mulai mengakuisisi beberapa perusahaan hiburan lain seperti Pledis Entertainment (Seventeen, Nu'est), Source Music (GFriend), Belift Lab (Enhypen), dan KOZ Entertainment (Zico). Mereka juga memperluas bisnis ke bidang kekayaan intelektual (IP).

Big Hit belakangan ini juga mengumumkan penanaman modalnya ke YG Plus, anak perusahaan YG Entertainment. Mereka juga bekerja sama dengan perusahaan teknologi yang dominan di Korsel, yaitu Naver. Kerja sama ini meliputi kesepakatan dalam bidang pengelolaan interaksi antara artis dan penggemar. Di antaranya rebranding merek anak perusahaan Big Hit beNX menjadi Weverse Company dan memadukannya dengan platform V Live milik Naver.

Tak hanya itu, Big Hit dan Naver juga mengumumkan bahwa Universal Music Group (UMG) juga akan bergabung dengan Weverse. Berita ini kemudian menghasilkan spekulasi kolaborasi lebih lanjut antar merek-merek tersebut dalam skala global.

2. CJ ENM

Perusahaan-perusahaan Besar di Balik Kesuksesan K-Pop yang Perlu Kamu Tahu

Foto: CJ Entertainment

Hampir semua konten dari Korsel saat ini melibatkan CJ dalam beberapa cara, seperti saluran musik Mnet atau saluran K-drama popular tvN dan OCN yang berada di bawah perusahaan tersebut. Film "Parasite" yang meraih Piala Oscar 2020 dan e-sport didanai oleh perusahaan konglomerat CJ atau salah satu anak perusahaannya.

CJ juga banyak memiliki kemitraan dengan perusahaan hiburan lainnya termasuk Big Hit dan Belift Lab. Inilah yang menyebabkan kamu sering melihat para artis dari berbagai agensi muncul berulang kali di berbagai acara yang diselenggarakan oleh CJ seperti Mnet Asian Music Awards (MAMA) dan konser KCon. Cakupan dan skala ranah hiburan CJ membuatnya sulit untuk dihindari oleh perusahaan lain untuk bekerja sama.

Baca Juga: Mengapa WandaVision Pilih Quicksilver Fox Ketimbang Avengers?

Meski penghargaan MAMA kerap melakukan kontroversi, juga pada 2019 saat ada tuduhan kecurangan dalam seri kompetisi idola "Produce", yang menyebabkan beberapa orang dipenjara, tapi kekuatan CJ tidaklah lantas meredup.

3. SM ENTERTAINMENT

Perusahaan-perusahaan Besar di Balik Kesuksesan K-Pop yang Perlu Kamu Tahu

Foto: Getty Images

SM entertainment adalah perusahaan yang membangun sistem idol dengan program pelatihan bertahun-tahun yang kini identik dengan K-pop. SM berdiri sejak 1995, dan sampai saat ini telah mendominasi industri musik pop Korea. Selain itu, SM juga meluncurkan berbagai aksi inovatif dan menetapkan tren kreatif dalam industri K-Pop.

Perusahaan SM Entertainment juga meluncurkan grup kolaboratif seperti SuperM dengan Capitol Records pada 2019, dan girl group yang berorientasi AI bernama Aespa. Aespa merupakan salah satu artis K-Pop baru terbesar yang hadir tahun lalu.

Beberapa tahun terakhir SM sempat mengalami perselisihan dengan pemegang saham yang menyebabkan perombakan eksekutif pada tahun lalu dan Lee Sung-soo mengambil kendali sebagai CEO. Perselisihan ini terjadi karena SM berjuang untuk membuktikan nilainya secara finansial. Belum lama ini, SM juga terkena kasus penggelapan pajak dan dikenai denda Rp249 miliar.

Di luar itu, SM punya banyak anak perusahaan termasuk beberapa yang telah diakuisisi, seperti perusahaan manajemen musik dan hiburan Mystic Story dan KeyEast. SM juga melakukan investasi di perusahaan musik pop Korea yang kurang mainstream seperti label hip-hop Million Market dan Beasts and Natives Alike.
halaman ke-1
Share: