8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Di Amerika, tak ada standar untuk sistem pelatihan calon penyanyi. Grup seperti Backstreet Boys atau Spice Girl dari Inggris dibentuk berdasarkan proses audisi, dan langsung melakukan debutnya setelah 1-2 tahun. Setelah dibentuk, mereka juga pasti akan melakukan debut.

Ini jauh berbeda dengan grup yang dibentuk dalam industri K-pop. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, mereka mesti menjalani proses pelatihan yang ketat selama bertahun-tahun. Mereka juga mesti belajar menari, juga melakukan diet ketat.

Dengan proses pelatihan yang ketat, tak ada jaminan bahwa mereka bisa melakukan debut. Kalaupun debut, belum tentu dengan grup yang selama ini latihan bersama. Ada yang berlatih selama tujuh tahun, tapi tak kunjung menjadi idol. Jihyo bahkan disebut menjadi trainee selama 10 tahun sebelum akhirnya melakukan debut bersama TWICE .

3. KETERAMPILAN YANG HARUS DIMILIKI

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Soompi

Dalam industri musik di Amerika, kualitas vokal adalah sebuah keharusan. Nyaris jarang terjadi ada penyanyi di sana yang kemampuan vokalnya di bawah standar. Kemampuan lainnya seperti menari atau berakting bukan prioritas, meski itu juga bisa menjadi nilai tambah.

Kondisi ini sangat berbeda dengan industri musik di Korea. Beberapa idol memulai kariernya dengan kemampuan bernyanyi yang di bawah standar. Para member SHINee pernah mengatakan bahwa dulu mereka tak bisa bernyanyi dengan baik dan harus latihan keras untuk menjadi grup vokal seperti sekarang ini.

Selain itu, tiap member dalam satu grup belum tentu punya kemampuan bernyanyi yang sama. Karena itulah ada pembagian seperti vokalis utama, rapper utama, penari utama, bahkan status main visual, istilah untuk member yang wajahnya paling ganteng atau cantik dalam grup tersebut.

Selain itu, idol juga diharuskan punya banyak bakat, mulai dari menari, berakting, bahkan menjadi pembawa acara radio, program televisi, termasuk variety show. Bagi beberapa idol, menyanyi bahkan cuma sekadar batu loncatan untuk profesi lain dalam dunia hiburan.

4. USIA KARIER DALAM DUNIA HIBURAN

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Getty Images

Ragam bakat yang mesti dikuasai idol salah satunya adalah karena karier mereka dalam industri musik lebih pendek dibanding rekan-rekan mereka di Amerika atau Inggris.

Di Korea, karier dalam industri musik biasanya cuma bertahan saat usia mereka masih muda dan berpenampilan menarik. Setelah melewati umur 30 tahun, karier mereka biasanya akan meredup.

Ini berbeda dengan para penyanyi di Amerika dan Inggris yang bisa bertahan dalam industri musik, bahkan hingga melewati usia 70-an tahun. Mick Jagger dari band Inggris The Rolling Stones kini sudah berusia 76 tahun, Paul McCartney dari The Beatles berusia 78 tahun, sementara Madonna nyaris berusia 60 tahun.

5. PENULISAN LAGU

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Getty Images

Penyanyi solo di Amerika dan Inggris minimal bisa menulis lirik untuk lagu yang akan mereka nyanyikan. Lagu-lagu mereka juga biasanya berdasarkan pengalaman hidup mereka. (Baca Juga: Kasus Mural Taylor Swift Diganti Penyanyi Lain, Seniman Sebut Ada yang Meludahi Gambarnya )

Sementara mayoritas grup idol di Korea bergantung pada produser untuk menulis lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Ini karena fokus mereka bukan pada membuat komposisi musik, tapi pada bernyanyi dan menari. Mereka biasanya baru bisa menulis setelah cukup lama berkarier sebagai idol, tentunya dengan izin dari agensi mereka.

Kebiasaan dalam industri K-pop ini pelan-pelan mulai berubah sejak BTS membuat lagu-lagu mereka sendiri, terutama trio rapline RM, Suga, dan J-Hope. Boy group dari generasi ke-4 K-pop, yaitu Stray Kids dari JYP Entertainment juga dikenal sanggup menulis lirik, membuat komposisi musik, sekaligus menjadi produser lagu-lagu mereka.

6. LOYALITAS KEPADA LABEL REKAMAN
halaman ke-1
Share: