Jakarta Cycling Community Bagikan Tips Bersepeda Aman Berpeleton

Secara umumdua pesepeda terdepan yang biasa disebut RC (Road Captain) atau "Tukang Tarik" diikuti olehpesepeda laindi belakanganya dengan format duajalur.

Sejak pandemi, seringkali terlihat rombongan sepeda road bikedi pagi hari, melintas di jalan protokol Jakarta.

Mereka memacu sepedanya dengan kecepatan tinggi yang bisa menembus 40km/h bahkan sampai 50km/h.

Ini tentunya menuntut skill yang dan stamina yang memadai untuk dapat ikut serta dalam sebuahpeleton.

KEUNTUNGAN BERPELETON

RC atau Tukang Tarik biasanya adalah yang mempunyai stamina dantenaga yang lebih dan pengalaman mumpuni.

Sehingga pesepeda dibelakangnya mendapat keuntungan dari hambatan angin yang lebih rendah, teknik ini disebut juga drafting.

Bukan hanya menuntut kekompakan, berpeloton juga mengharuskan pesepedamenjaga kedisiplinan di jalan raya.

Sehingga sebuah peloton tidak menghabiskan jalan dan mengganggu kendaraan lain (motor/ mobil). (Baca Juga: 10 Teori untuk Serial Sex Education 3, Otis Malah dengan Ruby? )

Berpeloton di jalan raya merupakan suatu aturan umum di semua komunitas/ klub road bike.

Dari yang paling kecilempat riderssampai dengan 100 riders.

Tentunya adaperaturan yang berlaku di tiap komunitas/ klub.

Seperti; tidak boleh mendahulukan RC, memberi ruang untuk pesepeda wanita, tidak melakukan gerakan yang membahayakan, tidak ngerem mendadak, dan bagi yang baru mulai bersepeda disarankan untuk mengambil posisi di belakang.

Jakarta Cycling Community Bagikan Tips Bersepeda Aman Berpeleton

Foto: Jakarta Cycling Community

Selain RC, ada juga sweeperyang posisinya ada di paling belakang.
halaman ke-2 dari 3
Share: