Idol Bukan Berasal dari Korea Selatan, Pantaskah Disebut K-pop?

Hal itu yang membedakan antara artis K-pop global dengan artis Korea populer lainnya yang biasanya terlihat dengan gaya indie seperti Hyukoh, Jambinai, dan Say Sue Me. (Baca Juga: Urban Sneaker Society Datang Lagi, Digelar Virtual dan Banyak Acara Seru! )

K-Pop Tidak Ditentukan dari kebangsaananggotanya

Lee mengatakan Kpop tidak ditentukan dari kebangsaan anggotanya. Grup denganmember keturunan non-Korea adalah hal biasa.

Grup musik seperti Blackpink dan NCT memiliki anggota non-Korea yang biasanya berasal dari China, Jepang, dan Thailand.

Bahkan salah satu anggota Secret Number, Dita Karang juga bukan orang Korea melainkan berasal dari Indonesia.

“Seperti genre musik lainnya J-pop, Britpop, Canto-pop, dan lainnya. K-pop tidak bisa sepenuhnya lepas dari identitas daerahnya. Tetapi sekarang ini adalah genre musik global yang populer,” kata Lee.

Penjelasan Kaachi tentang K-Pop

Dalam sebuah email ke Post, Kaachi menjelaskan hubungan mereka dengan K-pop dan bagaimana mereka mendefinisikan K-pop.

Dalam email itu tertulis, K-pop cukup sulit untuk didefinisikan dalam satu kata atau kalimat karena ada banyak alasan orang menyukai K-pop—bisa berupa musik, tarian, visualisasi bahasa Korea, dan artis.

“Dari segi suara, K-pop terinspirasi oleh pop Barat, jazz, hip-hop, elektronik bahkan kotoran Inggris (British-grime), dan sekarang K-pop jadi lebih mengglobal dan hampir menjadi genre musiknya sendiri. Kami pikir K-pop adalah genre yang disukai orang-orang dari mana pun mereka berasal,” tulis mereka.

Kaachi banyak mendapat hinaan oleh penggemar K-pop karena dianggap memasuki ruang budaya yang bukan mereka.

Idol Bukan Berasal dari Korea Selatan, Pantaskah Disebut K-pop?

Foto: Instagram @expedition.official

Sementara, EXP Edition dan Kaachi mengidentifikasi sebagai K-pop karena mereka bernyanyi dalam bahasa Korea dan menggunakan banyak elemen K-pop.

Masalahnya, penggemar global masih meragukan apakah mereka grup K-pop sungguhan atau hanya sekadar mengikuti tren (bandwagon effect) atau bahkan pengambil budaya.

Kaachi menggunakan istilah K-pop dan UK-pop untuk mempromosikan grup mereka.
halaman ke-2 dari 3
Share: