Definisi Orang Keren dan Maskulin Menurut Para Personel BTS

Sementara saat ditanya soal maskulinitas, Suga menjawab bahwa definisinya seharusnya gak ditentukan oleh emosi dan karakteristik.

"Aku sendiri tidak menyukai pembatasan seperti itu. Apa sih sebenarnya menjadi maskulin itu?” ujar Suga, yang kini masih dalam masa pemulihan dari operasi bahu dan berada di kampung halamannya, Daegu.

Seperti kita tahu, artis Korea sejak pertengahan 1990-an mempopulerkan flower boy ataumaskulinitas yang lebih lembut. Flower boy menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar K-pop atau K-drama.

Para idol gak ragu menunjukkan bromance mereka, saling memeluk, bahkan pegangan tangan. Mereka juga kerap berdandan alias pake make-up, juga ngobrol soal skin care yang cocok, juga fashion yang sedang menjadi tren.

Dengan kata lain, para idol K-pop, termasuk BTS, menantang budaya Barat terkait definisi maskulinitas. (Baca Juga: Kekhawatiran Para Ahli tentang Grup K-Pop Aespa, dari Soal Stereotip hingga Pornografi )

Balik lagi ke komentar Suga soal kaitan emosi dan maskulinitas, dia menyebut bahwa manusia gak selalu punya emosi yang bagus.

Definisi Orang Keren dan Maskulin Menurut Para Personel BTS

Foto: Hong Jang Hyun/Esquire

“Kondisi kita berbeda setiap harinya. Terkadang kamu sehat, kadang gak. Dari situ kamu bisa tahu kondisi kesehatanmu. Hal yang sama dengan kesehatan mental. Kadang keadaanmu bagus, kadang gak. Banyak yang berpura-pura baik-baik aja. Mengaku mereka gak lemah. Aku pikir itugak bener," katanya menjelaskan.

"Orang gak akan bilang kamu lemah kalau kondisi fisikmu lagi lemah. Sama halnya dengan kondisi mental. Masyarakat harusnya bisa lebih memahami (soal masalah kesehatan mental ini),” imbuhnya.

BTS emang dikenal sangat peduli soal urusan kesehatan mental, terutama Suga karena dia pun mesti berjuang dengan hal tersebut dalam hidupnya.

Lagu BTS dalam album "Map of the Soul: 7" seperti “Black Swan” dan “Shadow” mengungkap hal tersebut. (Baca Juga: 12 Lagu K-Pop dengan Lirik tentang Kesehatan Mental )

Sementara Suga menceritakan masalah kesehatan mentalnya dalam banyak lagu, di antaranya dalam lagu-lagu dimixtape-nya, “140503 at Dawn” dan “The Last,”.

(it)
halaman ke-2 dari 2
Share: