Kasus Irene Red Velvet Ungkap Perisakan dan Standar Ganda Perempuan dalam K-Pop

Kasus Irene Red Velvet Ungkap Perisakan dan Standar Ganda Perempuan dalam K-Pop

Foto: SM Entertainment

“Terlepas dari kebenaran klaim terhadapnya, atau beratnya kasus ini, publik melihat ini sebagai bagian dari pola pelecehan oleh mereka yang berkuasa yang telah menjadi masalah besar di negara ini dalam beberapa tahun terakhir,” kata Hawon Jung, jurnalis perempuan yang juga pernah bekerja untuk AFP Seoul.

Menurutnya, sebagian besar kemarahan masyarakat kepada Irene berasal dari fenomena ini. Gak heran, meski Irene sudah minta maaf, kemarahan masyarakat Koresel gak meredup. (Baca Juga: Mengenal Teddy Park, Produser Musik YG Entertainment yang Misterius )



Dalam industri K-pop, idol memang dituntut punya citra yang sehat dan positif. Para bintang K-pop perempuan malah diberi standar yang lebih tinggi lagi, alias sangat diharapkan gakpunya kontroversi apa pun, dibanding para idol pria.

“Liputan media yang masif tentang persepsi gapjil Irene menunjukkan bahwa media menerapkan standar moral yang jauh lebih besar kepada bintang perempuan dibanding bintang pria,” kata Hawon Jung yang menulis buku tentang gerakan Me Too di Korsel.

Kasus Irene Red Velvet Ungkap Perisakan dan Standar Ganda Perempuan dalam K-Pop

Foto: SM Entertainment

Idol pria seringkali lebih gampang masuk kembali ke industri setelah skandal, misalnya saja aktor Kim Hyun-Joong yang tersangkut masalah skandal seks dengan perempuan yang mengaku pacarnya. Baru-baru ini, Hyun-joong sudah mengeluarkan album barunya.

Menurut Hawon Jung, seandainya Irene laki-laki, dia tentu tetap akan menghadapi kemarahan masyarakat atas perilaku gapjil-nya.

“Tapi pertanyaannya bukan itu, melainkan berapa lama kemarahan publik akan bertahan, seberapa intens itu, dan seberapa besar kerusakan yang akan ditimbulkannya pada karier seseorang,” katanya.

Skandal yang menimpa Irene memang jadi sangat booming di Korsel, bahkan salah satu surat kabar memuat artikel mengenai aplikasi fitur wajah yang mengungkapkan bahwa Irene punya kepribadian yang agresif dan sembrono.

Padahal, fitur wajah Irene itu pula yang jadi aset visual penting buat grup Red Velvet dalam setiap penampilannya. (Baca Juga: 12 Lagu K-Pop dengan Lirik tentang Kesehatan Mental )

Kasus Irene Red Velvet Ungkap Perisakan dan Standar Ganda Perempuan dalam K-Pop

Foto: SM Entertainment

Jung juga menghubungkan reaksi terhadap skandal yang menimpa Irene dengan kurangnya jumlah perempuan di dunia kerja.

Menurut penelitiannya, 70% perusahaan yang terdaftar di Korea Selatan gak punya satu pun perempuan di deretan direksi mereka.
halaman ke-1 dari 2
Share: