kesehatan

Ini Rasanya Jadi Vegetarian Selama 15 Tahun

Ini Rasanya Jadi Vegetarian Selama 15 Tahun
Jadi vegetarian bisa jadi pilihan sebagai awal untuk bisa hidup lebih sehat. Foto/Dejan Beokovic, Stocksy
Jakarta - Hari gini, siapa yang gak tahu gaya hidup vegetarian? Gaya hidup yang sering diartikan sebagai gaya hidup gak makan daging ini, kini banyak dibicarakan dan dilakukan banyak orang. Penasaran gimana rasanya jadi vegetarian?

Rhea Laras Thehawijaya, 22, adalah seorang vegetarian yang tinggal di Bandung, Jawa Barat. Dia bersedia menceritakan kisahnya kepada kita. Dia sudah jadi vegetarian selama 15 tahun, lho!

Sebelumnya, kamu perlu tahu bahwa vegetarian dan vegan adalah dua hal yang berbeda. Seorang vegetarian masih mengonsumsi turunan produk hewan seperti telur dan susu. Sementara vegan gak mengonsumsi apa pun yang melibatkan hewan.

Rhea menjadi vegetarian karena karena ayahnya sakit dan oleh dokter disarankan untuk menjadi vegetarian. Saat itu, Rhea dan keluarganya tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat, dan kebetulan di sana juga banyak yang menjadi vegetarian.



Ini Rasanya Jadi Vegetarian Selama 15 Tahun

Foto: Getty Images

“Awalnya aku mengurangi porsi daging sedikit demi sedikit, kemudian sama sekali gak mengonsumsi daging, tapi masih mengonsumsi hasil laut,” ujar Rhea.

Karena memulai gaya hidup ini dari kecil, dia merasa tidak terlalu menyadari perbedaan dengan pola hidup tersebut. (Baca Juga:Sering Dengar dan Percaya dengan Tips Kesehatan Ini? Ternyata Mitos!)



Cuma, dulu hampir setiap tahun dia harus dirawat di rumah saikit karena berbagai macam alasan. Setelah menjadi vegetarian, ia mengaku belum pernah dirawat inap sama sekali. "Paling batuk dan pilek aja," katanya.

Dianggap aneh

Jadi vegetarian di negara yang mayoritas penduduknya pemakan daging pastinya gak gampang. Suatu waktu, Rhea pernah datang ke sebuah acara dan diberi makanan boks yang terdiri dari lauk-pauk hewani dan salad.

Karena gak makan daging, akhirnya dia menukar lauk-pauk yang didapatkannya dengan salad milik teman-temannya. Dia pun makan siang dengan nasi dan salad.

Saat pindah ke Bandung untuk kuliah, Rhea pada awalnya juga sering dianggap aneh oleh teman-temannya karena jadi vegetarian. “Tapi lama-kelamaan mereka terbiasa dan malah ikut nyobain makanan-makanan aku,” katanya.

Ini Rasanya Jadi Vegetarian Selama 15 Tahun

Foto: eltpics/Flickr

Nah, soal memilih makanan, bergantung pada jenis makanan yang mau kita konsumsi. Kalau mau mengikuti gaya makan vegetarian a la Barat, mungkin harus merogoh kocek cukup dalam. Namun, kalau pakai cara lokal, bisa murah banget.

Walau begitu, Rhea mengaku ia jarang makan di luar karena ia hobi masak. Hobi memasaknya ini ia gabungkan dengan hobinya untuk memproduksi foto dan video.

Sekarang, Rhea aktif bercerita tentang gaya hidup yang dijalaninya ini di akun Instagram @rhealaras dan kanal YouTube-nya.

Dia bahkan juga membuka usaha rumahan berupa penjualan burger vegan secara daring di Instagram @goodbelly.bdg. (Baca Juga:Kebiasaan-kebiasaan yang Dianggap Sehat ini Ternyata Buruk buat Kesehatan!)

“Punya usaha food and beverage emang udah jadi cita-cita aku dari dulu,” jelasnya. Dalam menjalani usaha ini, Rhea bekerja sama dengan sebuah restoran di Bandung sebagai pemasok bahan dasar burger vegan yang disajikan di sana.

Ini Rasanya Jadi Vegetarian Selama 15 Tahun

Foto: Instagram @goodbelly.bdg

Rhea mengatakan bahwa mungkin hidup menjadi vegetarian atau vegan bukan untuk semua orang. Tapi, sebaiknya, sebagai manusia, dia bilang kita bisa menjalani pola makan conscious eating atau mindful eating. Pola makan ini merupakan pola makan yang ideal untuk tubuh.

Saat makan, kita fokus pada apa yang kita makan, menikmati makanan dan menyadari rasa, aroma, tekstur dan warna dari makanan tersebut. Merasakannya dari melahap, mengunyah, sampai menelannya hingga suapan terakhir.

Pola makan ini menjadikan kita lebih menghargai keberadaan makanan di sekitar kita. Jadi dalam prosesnya, bukan cuma melibatkan indera pengecap dan organ pencernaan, tapi juga hati dan pikiran.

GenSINDO
Iffah Sulistyawati Hartana
Institut Teknologi Bandung

(it)
Artikel Terkait
TULIS KOMENTAR ANDA!
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...

    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel dalam bentuk word dengan panjang tulisan minimum 4000 karakter.

    Sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.

    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke :

    gensindo[dot]mail[at]gmail[dot]com
Terpopuler
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss