alexametrics
Radio Masih Hidup dan Tetap Seru!
Radio Masih Hidup dan Tetap Seru!
Mendengar program acara di radio meski bukan lagi hal yang populer tapi gak membuat radio redup di mata para pendengar setianya. Foto/Getty Images
Jakarta - Radio emang bukan lagi sumber hiburan yang populer di kalangan Gen Z. Tapi nyatanya, radio masih punya penggemar setia.

Berdasarkan hasil survei indikator sosial budaya Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, jumlah pendengar radio pada 2018 mencapai 13,31% untuk presentase perhatian masyarakat usia 10 tahun ke atas. Angka ini turun drastis dari tahun 2003 yang mencapai 50,29%.

Sementara menurut Danang Pribadi dari divisi Research and Development MNC Radio Network, porsi iklan yang didapat untuk seluruh radio gak sampai 10% dibanding media massa lainnya.



Angka ini jelas menunjukkan bahwa masa kejayaan radio udah lewat. Tapi ini bukan berarti radio udah jadi ‘barang’ mati. Buktinya, masih banyak, kok, yang rajin nungguin program-program di radio.

Radio Masih Hidup dan Tetap Seru!
Foto: Alamy

Misalnya Kinta Kusumah Wardani, mahasiswi STAIP Thalawaib Jakarta. Kinta udah dengerin radio sejak masih SD. Buat dia, radio adalah dunia yang asik. Soalnya kalo dengerin radio, dia bisa mengkhayal tentang situasi dan kondisi yang terjadi saat siaran dan hal-hal yang dibicarakan di radio.

Kalo sekarang, lebih karena penyiarnya, dan ada hiburan yang lucu-lucu di tiap segmen di radio. Itu aku tungguin banget. Kalo kita sering dengerin, kita bakal tahu jokes tiap radio beda,” katanya.

Selain karena buat hiburan banget, Kinta juga penasaran dengan kuis-kuis yang diadain oleh tiap radio.

Radio Masih Hidup dan Tetap Seru!
Foto: radiocentre.org

Kinta memang rajin dengerin beberapa radio. Radio-radio favoritnya adalah Prambors, RDI, Global, dan Gen FM. “Biasanya dengerin-nya di mobil atau di kereta,” terang Kinta yang nyaris tiap hari dengerin siaran-siaran di radio-radio favoritnya.

Sementara Egi Riandis Permana, selalu dengerin radio Hard Rock FM sambil melakukan aktivitas pagi. Dia mengaku kepincut dengan para penyiarnya yang jago saat membawakan acara.

“Kalau saya suka Gofar Hilman dan Surya Insomnia. Tapi sayangnya, sekarang banyak radio yang lebih ngejual lagu dibanding penyiar, padahal kalo lagu, sih, semua (radio) yang milenial sama aja,” tegas Egi yang juga dengerin radio sejak masih SD.

Radio Masih Hidup dan Tetap Seru!
Desain: Susilo/KORAN SINDO, Naskah: Aulia Damayanti/GenSINDO

Buat Egi, meski dia cuma dengerin radio saat pagi dan gemar mengonsumsi informasi dari podcast dan YouTube, tetap aja, dia gak bisa ninggalin radio sepenuhnya.

“Soalnya radio itu hiburan banget, dan kita bisa denger sambil kita tetap mengonsumsi media baru,” katanya.

“Radio itu memberikan sesuatu yang asik, tetap beda sama yang lain,” tegas Kinta.

Radio Masih Hidup dan Tetap Seru!
Foto: proximus.be

Menurut Pemimpin Redaksi MNC Trijaya, Gaib Maruto Sigit, radio emang punya ciri khas sekaligus kelebihan yang gak dimiliki media lain yang mirip-mirip radio, seperti podcast dan aplikasi musik Spotify dan JOOX.

“Di radio bisa interaksi langsung, ada kedekatan, akrab dan menyapa. Ini yang tidak bisa didapatkan baik pada podcast, Spotify maupun JOOX,” kata Gaib.

GenSINDO
Yuli Dwi Haryati
Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta



(her)
Redaksi SINDOnews
SINDOnews
Artikel Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
Terpopuler
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss