Sukses Masuk Kampus Impian setelah Pilih Gap Year

“Tadinya mau ambil HI, tapi akhirnya pilih hukum UGM. Intinya di tahun kedua lebih ngerti apa yang harus dikerjain dan gimana cara ngerjainnya,” ungkap Niak.

Sama dengan Niak, Abdullah Fatah juga menjalani gap yearsetelah lulus dari SMA 1 Simo, Boyolali pada 2017. Bahkan, dia sampai mengambil masa gap year dua tahun demi bisa masuk ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Sukses Masuk Kampus Impian setelah Pilih Gap Year

Abdullah Fatah. Foto: Dok. Abdullah Fatah



Setelah dua kali gagal, Fatah pun mencoba realistis. Dia akhirnya memilih masuk ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) jurusan Ekonomi Pembangunan.

“Tapi baru dua semester, merasa tidak cocok. Akhirnya tahun ketiga mendaftar lagi di IPDN sambil tetap kuliah di UNNES,” jelasnya.

Di tengah kuliah, Fatah pun tetap semangat mempersiapkan diri demi masuk ke IPDN. Dia belajar untuk tes Samapta dengan olahraga saat sore hari. Dia juga belajar simulasi tes CAT di aplikasi ponsel, hingga belajar tes psikologi.

“Saya tidak peduli omongan atau cemoohan orang karena usaha terus sampai tahun ketiga. Saya semangat pembuktikan bahwa saya bisa," jelasnya.

"Saya lihat saudara saya diterima, kenapa saya tidak,” tegas Fatah yang akhirnya memang berhasil membuktikan bahwa dia layak masuk IPDN setelah tiga tahun berusaha keras.

GenSINDO
Rohmatul Hikmah
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
halaman ke-2
Share: