Bahasa Urban, dari Jakarta hingga Malang
loading...

Bahasa urban atau slang banyak berkembang di kalangan anak muda perkotaan. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - "Kuy, main di rumah eug!" Kalimat yang begini sering kita dengar dari mulut teman-teman kita.
Memang, buat anak muda di daerah urban, bahasa kayak gini udah lazim. Tapi buat yang lain, mungkin harus berpikir dulu untuk bisa memahami artinya. "Kuy", dibalik jadi "yuk" dan "eug" di balik jadi "gue".
Fenomena membolak-balikan kata atau reverse adalah salah satu dari fenomena bahasa anak muda di daerah urban. Bahasa anak muda berkembang di kalangan anak muda pada latar daerah perkotaan.
Salah satu tanda bahasa anak muda perkotaan adalah ragam bahasanya informal dan ada sedikit modifikasi dari bahasa baku dan standar. ( )
Saat ini, perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain adalah hal yang wajar. Jadi, pertemuan berbagai orang dari latar belakang budaya dan bahasa berbeda menciptakan bentuk bahasa yang baru.
Misalkan, kalian tinggal di Jakarta dan bersekolah di Jakarta. Kota megapolitan seperti Jakarta, akan membuat kalian bergaul dengan teman-teman dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda.
![Bahasa Urban, dari Jakarta hingga Malang]()
Foto: ngalam.co
Kalian akan terbiasa dengan kosakata yang tercampur antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris dalam percakapan-percakapan informal.
Mengenai bahasa yang dibolak-balik ini, ternyata bukan hanya di Jakarta aja, lho. Seorang peneliti Linguistik, DR. Nurenzia Yannuar, pernah melakukan penelitian berjudul "Bòsò Walikan Malang’s Address Practices".
Bahasa yang di balik ini ditemukan di Malang karena Malang juga merupakan area urban. Yang disebut daerah urban adalah banyaknya jumlah orang di pusat kota. Nah, di Kota Malang ada 1 juta penduduk.
Memang, buat anak muda di daerah urban, bahasa kayak gini udah lazim. Tapi buat yang lain, mungkin harus berpikir dulu untuk bisa memahami artinya. "Kuy", dibalik jadi "yuk" dan "eug" di balik jadi "gue".
Fenomena membolak-balikan kata atau reverse adalah salah satu dari fenomena bahasa anak muda di daerah urban. Bahasa anak muda berkembang di kalangan anak muda pada latar daerah perkotaan.
Salah satu tanda bahasa anak muda perkotaan adalah ragam bahasanya informal dan ada sedikit modifikasi dari bahasa baku dan standar. ( )
Saat ini, perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain adalah hal yang wajar. Jadi, pertemuan berbagai orang dari latar belakang budaya dan bahasa berbeda menciptakan bentuk bahasa yang baru.
Misalkan, kalian tinggal di Jakarta dan bersekolah di Jakarta. Kota megapolitan seperti Jakarta, akan membuat kalian bergaul dengan teman-teman dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda.

Foto: ngalam.co
Kalian akan terbiasa dengan kosakata yang tercampur antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris dalam percakapan-percakapan informal.
Mengenai bahasa yang dibolak-balik ini, ternyata bukan hanya di Jakarta aja, lho. Seorang peneliti Linguistik, DR. Nurenzia Yannuar, pernah melakukan penelitian berjudul "Bòsò Walikan Malang’s Address Practices".
Bahasa yang di balik ini ditemukan di Malang karena Malang juga merupakan area urban. Yang disebut daerah urban adalah banyaknya jumlah orang di pusat kota. Nah, di Kota Malang ada 1 juta penduduk.
Lihat Juga :