alexametrics
Perusahaan Ini Membayar Rp25 Juta untuk Orang yang Mau Menyerahkan Privasinya
Perusahaan Ini Membayar Rp25 Juta untuk Orang yang Mau Menyerahkan Privasinya
Pada masa depan, kamu bisa aja dapat uang tanpa harus kerja, selama kamu mau kehidupanmu dipantau terus pakai kamera. Foto/vivint.com
Tokyo - Seluruh sudut rumahnya akan dipasangi kamera, kecuali kamar mandi. Aktivitas orang tersebut pun otomatis akan selalu dipantau.

Memang, sih, ini cuma eksperimen sosial, tapi pemantauan ini benar-benar terjadi di Tokyo, Jepang.

Eksperimen ini dilakukan atas dasar pemikiran bahwa pada masa depan, kerja manusia akan banyak digantikan oleh robot. Gara-gara hal ini, udah pasti bakal banyak pengangguran di seluruh dunia, yang bikin mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.



Nah, dari sini, muncullah pertanyaan, "apakah orang-orang bakal rela mengorbankan privasi mereka demi bisa mendapatkan uang untuk hidup?"

Eksperimen sosial ini dinamakan Project Exograph, dan dijalankan oleh perusahaan Jepang Plasma Inc. Dikutip dari Futurism, tujuan mereka melakukan eksperimen ini adalah untuk "mempromosikan kepada masyarakat tentang sains dan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat."

Untuk eksperimen ini, sebanyak empat orang setuju untuk rumahnya dipasangi kamera, dan dipantau seluruh aktivitasnya di rumah tersebut, kecuali aktivitas yang berlangsung di kamar mandi.

Sebagai imbalannya, mereka dibayar 200 ribu yen per bulan, atau sekitar Rp25,6 juta. Angka ini lebih banyak 50 persen dibanding tunjangan untuk pengangguran di sana. 

Pada akhir bulan, Plasma bakal menyembunyikan identitas peserta. Namun data yang sudah terkumpul dari para peserta akan berusaha dijual ke perusahaan lain yang membutuhkan data. Untungnya, ini cuma sekadar skema atau skenario saja alias gak benar-benar dijual.

Walau begitu, hal ini bukannya gak bakal terjadi pada masa depan. Soalnya, banyak perusahaan udah membeli data digital, jadi gak menutup kemungkinan kalau data kehidupan manusia pun nantinya bakal laku untuk dijual.

"Kalau artificial intelligence dan robot berkembang, maka manusia tidak bisa bekerja dan mereka bisa menyerahkan data mereka dengan imbalan sejumlah uang," tegas CEO Plasma Inc Hiroki Enno kepada surat kabar Jepang The Mainichi.

Nah, kalo kamu mau gak, nih, dibayar mahal tapi gak punya privasi sama sekali? 



(her)
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss