alexametrics
Tantangan Jadi Atlet Muda: No Life dan Tergoda Junk Food
Tantangan Jadi Atlet Muda: No Life dan Tergoda Junk Food
Jadi atlet muda memang gak gampang, karena gaya hidup mereka jauh beda dengan teman-teman sebayanya. Foto/photodune.net
Jakarta - Menjadi atlet bukan hal yang gampang. Apalagi kalau usianya masih muda. Saat teman-teman sebaya asik nongkrong sambil minum boba, seorang atlet muda harus giat berlatih, kadang gak kenal waktu.

Ya, waktu jadi tantangan paling utama yang dihadapi para atlet muda. Seperti yang diceritakan atlet renang Albertus Andika Bangun, peraih medali perunggu gaya kupu-kupu 100 meter putra dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 di Jakarta/Jawa Barat yang baru saja selesai digelar pada 25 November lalu.

Menurut Albertus, dia mesti pandai-pandai membagi waktu antara sekolah, latihan, dan senang-senang.



“Saya latihan dari jam 4 pagi sampe jam 6, langsung sekolah jam setengah 8. Terus pulang sekolah jam 3, jam 4 latihan lagi. Jadi leisure time saya berkurang dan hangout sama teman-teman cuma Sabtu atau Minggu,” katanya.

Tantangan Jadi Atlet Muda: ‘No Life’ dan Tergoda Junk Food
Albertus Andika Bangun. Foto: Anjar Mahardika 

Karena jadwal yang superketat, Albertus pun sempat merasa bosan jadi atlet. Dia yang sempat jadi atlet taekwondo ini pun bahkan sempat bertanya-tanya, apa tujuan hidupnya.

“Kok kayak no life, ya. Hidup saya kayak renang doang. Apa, sih, tujuan saya berenang awalnya? Tapi setelah saya pikir lagi, berenang buat sekolah di masa depan, bukan buat uang, tapi buat prestasi dan banggain orang tua,” tegasnya.

Sementara atlet renang lainnya, Joe Aditya, yang meraih medali emas Popnas 2019 untuk renang 50 meter gaya bebas, menganggap menjaga fisik dan makanan jadi salah satu hal yang terberat. Apalagi kalau urusannya dengan makanan junk food yang biasanya siap saji.

Tantangan Jadi Atlet Muda: ‘No Life’ dan Tergoda Junk Food
Joe Aditya. Foto: Anjar Mahardika

“Kapok ngerasain dampaknya. Lumayan besar efeknya di badan,” kata Joe yang latihan 10 kali dalam seminggu supaya fisiknya tetap kuat terjaga.

“Makan saya diatur sama ibu saya. Saya bawa bekel setiap hari,” katanya.

Satu lagi, Joe menilai bahwa fasilitas penunjang untuk atlet muda kurang memadai. “Kami kurang difasilitasi dibanding negara-negara lain. Singapura aja udah jauh lebih maju dari kita,”. tegasnya.

GenSINDO
Muhammad Anjar Mahardika
IISIP Jakarta



(her)
Redaksi SINDOnews
SINDOnews
Artikel Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss