Kleptomania, saat Sulit Menahan Nafsu Mencuri
Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:56 WIB

Pengidap kleptomania kesulitan mengontrol dirinya untuk tidak mencuri barang yang umumnya tidak mereka perlukan. Foto/Getty Images
JAKARTA - Kleptomania adalah gangguan yang membuat penderitanya sulit menahan diri dari keinginan untuk mencuri. Gangguan ini lebih dekat dengan masalah kesehatan mental dibanding kriminal.
Mengutip Alodokter, kleptomania berbeda dari pencurian biasa. Orang dengan kondisi ini tidak mencuri karena kebutuhan materi, untuk bersenang-senang, atau marah. Aksi mereka lebih pada munculnya keinginan yang kuat untuk mencuri.
Tekanan pada diri seorang kleptomania akan berkurang ketika mereka sudah mencuri benda tersebut. Mereka biasanya merasakan kesenangan pada saat mencuri, tapi seringnya juga merasa bersalah atau malu setelah melakukan pencurian tersebut.
Karena hal ini pula, kleptomania dimasukkan ke dalam kelompok gangguan kendali impulsif. Ini adalah gangguan yang menyebabkan penderitanya sulit mengendalikan emosi dan perilaku . Biasanya, kleptomania muncul saat remaja, tetapi juga bisa terjadi setelah dewasa.

Foto:SpeedKingz/istockphoto
Mengutip Cleveland Clinic, gangguan kleptomania termasuk langka, hanya terjadi pada 0,3%-0,6% populasi manusia. Sementara penderitanya mayoritas (lebih dari 60%) adalah perempuan.
Gejala dan Orang yang Rentan Menderita Kleptomania
Gejala kleptomania di antaranya adalah saat seseorang tidak mampu menahan dorongan kuat untuk mencuri barang yang tidak dibutuhkan. Ia juga umumnya akan merasakan peningkatan ketegangan, kecemasan, atau gairah yang mengarah pada pencurian, merasakan kesenangan, kelegaan, atau kepuasan saat mencuri.
Namun, mereka bisa merasa sangat bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, malu atau takut ditangkap setelah pencurian. Siklus ini akan terus berulang bagi orang yang menderita kleptomania.
Mengutip Alodokter, kleptomania berbeda dari pencurian biasa. Orang dengan kondisi ini tidak mencuri karena kebutuhan materi, untuk bersenang-senang, atau marah. Aksi mereka lebih pada munculnya keinginan yang kuat untuk mencuri.
Tekanan pada diri seorang kleptomania akan berkurang ketika mereka sudah mencuri benda tersebut. Mereka biasanya merasakan kesenangan pada saat mencuri, tapi seringnya juga merasa bersalah atau malu setelah melakukan pencurian tersebut.
Karena hal ini pula, kleptomania dimasukkan ke dalam kelompok gangguan kendali impulsif. Ini adalah gangguan yang menyebabkan penderitanya sulit mengendalikan emosi dan perilaku . Biasanya, kleptomania muncul saat remaja, tetapi juga bisa terjadi setelah dewasa.

Foto:SpeedKingz/istockphoto
Mengutip Cleveland Clinic, gangguan kleptomania termasuk langka, hanya terjadi pada 0,3%-0,6% populasi manusia. Sementara penderitanya mayoritas (lebih dari 60%) adalah perempuan.
Gejala dan Orang yang Rentan Menderita Kleptomania
Gejala kleptomania di antaranya adalah saat seseorang tidak mampu menahan dorongan kuat untuk mencuri barang yang tidak dibutuhkan. Ia juga umumnya akan merasakan peningkatan ketegangan, kecemasan, atau gairah yang mengarah pada pencurian, merasakan kesenangan, kelegaan, atau kepuasan saat mencuri.
Namun, mereka bisa merasa sangat bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, malu atau takut ditangkap setelah pencurian. Siklus ini akan terus berulang bagi orang yang menderita kleptomania.
Lihat Juga :
tulis komentar anda