Inilah Dampak Dalam Hidupmu Kalau Kamu Percaya Hoaks

Inilah Dampak Dalam Hidupmu Kalau Kamu Percaya Hoaks
Hoaks alias berita bohong bisa ada di mana saja, dan kamu bisa saja percaya tanpa menyadari bahwa tersebut adalah hoaks. Foto/shutterstock
JAKARTA - Sebagai negara demokrasi, hukum melindungi kita saat mengeluarkan pendapat ke ruang publik. Tapi kalau pendapat atau berita yang sampai ke kamu adalah hoaks, itu baru bahaya.

Media digital menjadi salah satu wadah paling mudah untuk menemukan berita bohong. Hoaks umumnya disebarkan melalui media daring, aplikasi pesan singkat, bahkan media massa pun bisa kecele ikut menyebarkan berita bohong.

Mudahnya akses ke internet dan media sosial serta cepatnya aliran informasi dalam medium tersebut membuat berita hoaks sangat mudah menyebar.

Kata hoaks berasal dari “hocus pocus” yang aslinya adalah bahasa Latin “hoc est corpus”, artinya “ini adalah tubuh”. Kata ini biasa digunakan penyihir untuk mengklaim bahwa sesuatu adalah benar, padahal belum tentu benar.

Inilah Dampak Dalam Hidupmu Kalau Kamu Percaya Hoaks

Foto:Metro-Goldwyn-Mayer

Hoaks bertujuan untuk membuat opini publik, menggiring opini publik, membentuk persepsi, juga untuk hiburan, sekadar menguji kecerdasan dan kecermatan pengguna internet dan media sosial.

Tujuan hoaks disebarkan pun bermacam-macam, mulai dari bahan lelucon atau sekadar iseng, menjatuhkan citra orang lain, menyebarkan ketakutan, sampai mengambil keuntungan materi.

Lalu apa saja dampak berita hoaks?

1. Mengurangi Produktivitas
Dengan semakin seringnya orang-orang menggunakan media sosial terlebih membaca dan memercayai berita yang belum terbukti benar, dapat berdampak pada menurunnya produktivitas karena waktu yang sebaiknya dilakukan untuk bekerja, berkumpul dengan keluarga dan orang sekitar tersita untuk menelan berita-berita yang ternyata palsu.

Inilah Dampak Dalam Hidupmu Kalau Kamu Percaya Hoaks

Foto: shutterstock
halaman ke-1
Share: